Mencantol Tanpa Pengaman

PT Pembangkit Listrik Negara Persero Cabang Banjarmasin, menemukan sebanyak sekitar 43 ribu sambungan

Mencantol Tanpa Pengaman
PT PLN (Persero) 

METROBANJAR.co - PT Pembangkit Listrik Negara Persero Cabang Banjarmasin, menemukan sebanyak sekitar 43 ribu sambungan penerangan jalan umum (PJU) tak resmi di Rayon A Yani dan Rayon Lambung Mangkurat.

“Yaa... inilah faktanya. Banyak sekali PJU tak resmi yang dipasang secara swadaya oleh masyarakat. Ini data pada Juni 2012 lalu,” ucap Liliansyah, Asisten Manajer Transaksi Energi Listrik PT PLN Persero Cabang Banjarmasin, didampingi Asman Jaringan, Mochtar Jumat (11/4).

Menurut Liliansyah, PT PLN Cabang Banjarmasin bekerja sama dengan PT Dafas Indonesia untuk melakukan pendataan atau survei PJU tak resmi di kota ini. Hasilnya cukup mengejutkan. Pada rayon Lambung Mangkurat ditemukan PJU tanpa KWH meter sebanyak 21 ribu titik lebih. Sementara, pada rayon A Yani juga ditemukan 21 ribu titik lebih juga PJU tak resmi. “Total hasil pendataan dari dua rayon itu sebanyak 43 ribu titik PJU tak resmi,” paparnya.

Menurut dia, memasang PJU di kompleks-kompleks perumahan dengan mencantol langsung ke jaringan PLN, baik melalui saluran tegangan rendah maupun sambungan rumah sangat membahayakan. Apalagi, instalasinya tidak standar dan tanpa alat pengukur dan pembatas (pengaman) listrik. Dampak dari pola PJU tak resmi tersebut, berpotensi menimbulkan bahaya kebakaran yang merugikan warga dan PLN.

“Rata-rata pemakaian energinya tak terukur,” kata Liliansyah. PT PLN beberapa waktu lalu sudah menyurati Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Kalsel. Pengembang diimbau dalam setiap pembangunan perumahan baik yang sedang berjalan atau telah selesai dibangun, agar menyediakan jalur PJU yang dimeterisasi dan dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten kota setempat.

“Jadi tak dibenarkan mengambil listrik langsung ke jaringan listrik PT PLN,” ucapnya.

Dijelaskan Liliansyah, PT PLN bersama tim penertiban termasuk anggota kepolisian sudah berulang kali melakukan penertiban ke hampir semua kawasan di Banjarmasin. Masyarakat kadang memprotes, karena mereka merasa sudah membayar pajak PJU.

PT PLN, hanya menerimakan pajak PJU saja. Seterusnya diserahkan ke kota atau kabupatan sebagai kas daerah. Pajak PJU-nya 8 persen dari pemakaian listrik setiap pelanggan. Jadi ngga ada pemotongan di PLN. Liliansyah mempersilakan warga atau pengembang memasang PJU, namun melalui jalur yang benar, yakni melalui bagian PJU Dinas Bina Marga Banjarmasin. Tim penertiban sering menamukan lampu 500 watt dipasang untuk PJU di jalan depan rumah.

“Lampu itu sangat terang dan kita larang. Soalnya, akan menjadi beban di trafo,” ucap Liliansyah. Lampu 500 watt untuk PJU di sebuah perumahan itu, bahkan sampai puluhan buah. Tentu, secara teknis akan membenani trafo, sehingga energi listrik ke sebuah perumahan tak maksimal. “Salah satu dampaknya listrik sering redup,” tukas dia. (ogi)

Editor: BPost Online
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved