Sambil Acungkan Parang, Massa Teriaki Pengacara Penggugat

pengacara penggugat Ikhwan Bahusin Musa, Gideon Silaen, bersikeras agar eksekusi tetap dilakukan.

Sambil Acungkan Parang, Massa Teriaki Pengacara Penggugat
metrobanjar.co/mustain khaitami
Warga mengadang eksekusi tanah di Jalan S Parman Palangkaraya, Rabu (14/5/2014) 

METROBANJAR.CO, PALANGKARAYA – Pengawalan ketat semakin dilakukan aparat kepolisian. Itu ketika eksekusi lahan di Jalan S Parman Palangkaraya, Rabu (14/5/2014), dirasakan kian memanas.

Apalagi ketika pengacara penggugat Ikhwan Bahusin Musa, Gideon Silaen, bersikeras agar eksekusi tetap dilakukan. “Perkara ini sudah berjalan 36 tahun sejak 1982 dan putusan pengadilan juga sudah inkrah,” ujar dia.

Mendengar pernyataan itu, massa yang membawa berbagai jenis senjata tajam dan menggunakan ikat kepala merah, sempat meneriaki kuasa hukum penggugat. Bahkan ada yang mempertanyakan keberadaannya di lokasi karena dianggap tidak memiliki hak untuk itu.

“Dia merupakan pengacara penggugat. Surat kuasanya ada disampaikan kepada kami,” ujar juru sita PN Palangkaraya menanggapi pernyataan massa yang sebelumnya telah emosi.

Negosiasi antara penggugat dilakukan bersama perwakilan dari tergugat, yakni NS Lambung. Pada prinsipnya, Lambung berpendapat eksekusi belum bisa dilakukan karena proses hukum masih dilakukan pihak Laleha Condrat dan Kristina Condrat selaku ahli waris pemilik di pengadilan.

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved