Anggoro Bilang Takut Mati

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menolak permohonan izin rawat inap yang diajukan terdakwa kasus dugaan korupsi proyek SKRT

Anggoro Bilang Takut Mati
tribunnews.com
Anggoro menjalani sidang tipikor 

METROBANJAR.CO,JAKARTA - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menolak permohonan izin rawat inap yang diajukan terdakwa kasus dugaan korupsi proyek SKRT (sistem komunikasi radio terpadu), Direktur PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo.

Penolakan dilakukan setelah hakim mendapat surat dari KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang tidak menyanggupi memberikan pengamanan khusus untuk Anggoro. “Majelis sudah mendapat surat dari pimpinan KPK, yang pada intinya menolak permohonan terdakwa untuk menjalani rawat jalan,” ujar hakim ketua Nani Indrawati, Rabu (21/5/2014).

Nani kemudian membacakan surat yang dilayangkan oleh pimpinan KPK. Ada alasan utama permohonan Anggoro ditolak. “Track record terdakwa berbeda dengan yang lain. Dalam surat ditulis terdakwa tidak menghormati proses hukum dengan melarikan diri. Terdakwa juga ditangkap di luar negeri. Untuk itu, KPK tidak bisa memberikan jaminan pengamanan bagi terdakwa,” katanya.

Mendengar keputusan itu Anggoro langsung merespons dengan nada tinggi. Dia bahkan mengatakan sudah takut mati. “Ini masalah nyawa orang. Saya takut mati, sudah stres saya. Bisa-bisa saya stroke. Saya tidak akan kabur,” ucap dia.


Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Kamis (22/5/2014) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved