AKBP Idha Pernah Hamili Pembantu

AKBP Idha Endri Prastiono selama berkarir di kepolisian memiliki catatan buruk mulai dari perselingkuhan hingga hilangnya barang bukti narkoba.

AKBP Idha Pernah Hamili Pembantu
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
ilustrasi 

METROBANJAR.CO, JAKARTA - AKBP Idha Endri Prastiono selama berkarir di kepolisian memiliki catatan buruk mulai dari perselingkuhan hingga hilangnya barang bukti narkoba.

Sebelum berdinas di Polda Kalimantan, perwira menengah tersebut pernah bertugas di Polda Sumatera Utara. Di Polda Sumatera Utara AKBP Idha Endri Prastiono pernah menikah dengan seorang perempuan bernama Sandi Wahyu Arifani.

Namun pernikahan tersebut berakhir dengan perceraian karena AKBP Idha melakukan perselingkuhan dengan seorang perempuan bernama Farida Yamin hingga memiliki seorang anak perempuan. Atas perbuatan tersebut AKBP Idha mendapat sanksi berupa penempatan pada tempat khusus selama 21 hari.

Kemudian pada 2002 silam, AKBP Idha pun pernah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan pembantunya yang bernama Suherni hingga memiliki seorang anak dan menurut catatan telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Jauh sebelumnya pada 2010 AKBP Idha pun sempat menjalin hubungan dengan seorang wanita bernama Marwati yang berstatus janda empat orang anak. Tetapi dalam hubungannya terjadi permasalahan hingga akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan dengan dilakukan pernikahan di Deli Serdang Sumatera Utara.

Kemudian ia pun mulai berdinas di Polda Kalimantan Barat sejak 19 Februari 2013 kemudian sampai akhirnya pada 7 Juni 2013 pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur tersebut menjabat sebagai Kasubdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Barat.

Hanya hitungan bulan bertugas di Reserse Narkoba Polda Kalbar, ia akhirnya dimutasikan sebagai Analis Muda Kebijakan Bidang Pembinaan Biro Perenaan Polda Kalimantan Barat sesuai Telegram nomor STR / 1089 / XII / 2013 tanggal 18 Desember 2013.

Mutasi tersebut berkaitan dengan pelanggaran kode etik profesi Polri yang dilakukan AKP Sunardi Cs yang telah diputus Sidang Komisi Kode Etik Polda Kalbar 'Pemberhentian Dengan Tidak Hormat' atas perkara menyisihkan barang bukti sabu.

"Memang rekam jejaknya sudah ada sehingga yang bersangkutan tidak punya jabatan, ia hanya menjadi staf di bawah Biro Perencanaan Polda Kalbar padahal pangatnya AKBP. Seorang AKBP harusnya memiliki jabatan struktural, tetapi sudah beberapa bulan tidak diberi jabatan, ada beberapa kasus diantaranya barang bukti narkoba yang diungkap di Polda Kalbar ada terkait yang bersangkutan," ungkap Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (1/9/2014).

Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved