Warga Dadap Bosan Praktik Prostitusi

warga di RW 02 Kampung Dadap Gili, Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang rupanya masih gerah dengan praktik prostitusi di sana.

Warga Dadap Bosan Praktik Prostitusi
Wartakota/Banu Adikara
Lokasi yang sering dijadikan ajang transaksi prostitusi di Dadap Kosambi, Kabupaten Tangerang. Sepi saat siang hari tetapi kalau malam hari jadi ramai 

METROBANJAR.CO, JAKARTA - Walau sudah menjamur sejak awal tahun 1980-an, sejumlah warga di RW 02 Kampung Dadap Gili, Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang rupanya masih gerah dengan praktik prostitusi di sana.

"Kalau ditanya terganggu apa nggak, ya jelas terganggu banget lah, mas. Wilayah kita kan dicap jelek, ya warga sekitar juga kena getahnya," ujar Suherni (60), Kamis (11/9/2014).

Wanita yang sudah tinggal di Kampung Dadap Gili sejak lahir itu menuturkan, awalnya kawasan tersebut merupakan tanah pertanian. "Sampai tahun 1970-an disini masih sawah semua. Tahun 1980 baru deh pada muncul tempat-tempat itu," kata Suherni.

Menurut Suherni, warga setempat awalnya sempat memberikan perlawanan dan menentang prostitusi disana. "Tapi ya muncul-muncul terus. Lama-lama menjamur, dan akhirnya jadi begini," ujar Suherni.

Perihal rencana Pemkab Tangerang memberantas seluruh lokasi prostitusi disana, Suherni mengaku setuju. "Ya setuju mas kalau semua tempatnya dibersihkan. Tapi kalau sampai rumah kami kena gusur juga, paling nggak kami diberi rumah pengganti lah," katanya.

Tags
prostitusi
Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved