Siswa Dipungut Rp 500 Ribu

Dalam surat edaran yang ia akui diterima pada akhir September ini

Siswa Dipungut Rp 500 Ribu
metrobanjar.com/net
ilustrasi 

METRO BANJAR.COM, BANJARMASIN - Pungutan di lingkungan sekolah kembali dikeluhkan orangtua siswa. Kali ini, pungutan terjadi di SMPN 14, Jalan Banua Anyar, Banjarmasin. Satu dari orangtua siswa mengaku kaget mendapat surat edaran dari pihak sekolah yang meminta sumbangan Rp 500 ribu untuk membangun kantin sehat. Biaya tersebut akan diambil dari tabungan siswa, selama rentang waktu September hingga Desember 2014.

Dalam surat edaran yang ia akui diterima pada akhir September ini, keputusan pungutan disetujui komite sekolah 27 Juni lalu. Rapat dengan orangtua siswa pada 28 Juni, ketika pembagian rapot. Namun, ia memang tak mengikuti rapat dan kaget atas persetujuan komite, karena baginya  pungutan itu terbilang sangat besar, Rp 500 ribu.

Jika diberi waktu hingga Desember, maka hampir setiap bulan, siswa harus menabung Rp 100 ribu. Namun, ia mempertanyakan tabungan siswa juga mendadak diadakan. “Sebelumnya, tak ada program tabungan siswa,” katanya.

Saat menjelang pembangunan kantin sehat, sekolah membagikan buku tabungan yang wajib diisi para siswa. Ia mengaku baru menerima tabungan pada pertengahan Oktober. Artinya, hanya memiliki waktu tiga bulan untuk membayar pungutan Rp 500 ribu.  “Anak juga rewel, teman sekelas sudah ada yang mencicil katanya,” ujarnya.(dia)

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Jumat (31/10/2014) atau klik http://epaper.metrobanjar.com

Penulis: Restudia
Editor: Didik Triomarsidi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved