Jempol Tangan Putus, Kaki Kanan Bolong

Siapa sangka, bangunan satu-satunya di tebing sungai itu ada penghuninya. Dia adalah seorang penderita kusta, Mihrab

Jempol Tangan Putus, Kaki Kanan Bolong
metrobanjar.com/net
Ilustrasi kusta

METROBANJAR.CO - GUBUK kecil di tepi jalan itu berada di tikungan jalan menuju objek wisata Loklaga, Haruyan, HST. Dari kejauhan, bangunan reyot  berukuran sekitar 1x3 meter persegi tersebut terlihat seperti gudang.

Siapa sangka, bangunan satu-satunya di tebing sungai itu ada penghuninya. Dia adalah seorang penderita kusta, Mihrab (60). Penyakit itu sudah dideritanya lebih dari 10 tahun lalu.

Jempol tangan kanannya sudah putus. Kedua kaki telah cacat. Bahkan di bagian tumit kanan, bolong. Namun, dengan kondisi itu, Mihrab yang sudah sekitar tujuh tahun tinggal terasing itu harus melakukan semuanya sendiri. Mulai dari memasak, mencuci, serta aktivitas lainnya, seperti mengambil air.

Jika ingin mengambil air, kakek yang mengaku tak pernah menikah dan hanya punya satu saudara itu harus bakesut (ngesot). Beruntung lokasinya tidak terlalu jauh. Ada sumber mata air di seberang jalan.

Saat ditemui BPost, kemarin, Mihrab sedang duduk dalam gubuk sempitnya. Saking sempitnya, ruang bagian depan dengan pintu masuk mirip gua itu  hanya bisa menampung tubuh kurusnya.Tak ada tilam, apalagi bantal. Yang terlihat tikar lusuh, peralatan memasak, kardus serta beberapa barang lain.

Penulis: Hanani
Editor: Didik Triomarsidi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved