Pedet Bikin Sabu Berdasarkan Petunjuk Lewat Facebook

Satuan Narkoba Polres Klaten mengungkap pembuatan narkotika jenis sabu di sebuah kamar kos yang terletak di Dukuh Kretek Rt 1 Rw7, Desa Bugisan

Pedet Bikin Sabu Berdasarkan Petunjuk Lewat Facebook
Joglosemar/Dani Prima
Tersangka Pedet memeragakan bagaimana membuat sabu di depan aparat Polres Klaten 

METROBANJAR.CO, KLATEN – Satuan Narkoba Polres Klaten mengungkap pembuatan narkotika jenis sabu di sebuah kamar kos yang terletak di Dukuh Kretek Rt 1 Rw7, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan pada Selasa (1/9) lalu.

Dalam pengungkapan tersebut Satuan Narkoba juga menangkap satu orang pelaku pembuat sabu, yakni Dedig Nugroho (28) alias Pedet warga kampung Kalibening , Tirtomartani, Kalasan, Sleman.

Wakapolres Klaten, Kompol Hendrik Yulianto mengatakan, pada Selasa (2/9) sekitar pukul 21.30 WIB, setelah menerima informasi dari anggota Polsek Prambanan. Bahwa ada warga disekitar tempat kos, melihat pelaku membawa barang-barang yang mencurigakan di sebuah kamar kos nomor 9 di Desa Bugisan.

“Lalu anggota Satuan Narkoba melakukan pengintaian kos tersebut. Ternyata pelaku sedang melakukan proses pembuatan sabu di kamar kosnya,” tuturnya, Jumat (11/9/2015).

Lalu anggota Satuan Narkoba melakukan penangkapan pelaku dan mengamankan sebanyak 53 barang bukti di kamar kos pelaku.

“Saat ditangkap, pelaku ini sedang mengolah precusor narkotika atau bahan dasar pembuat sabu di kamar kosnya,” imbuhnya.

Dari pantauan ditempat kos pelaku, Satuan Narkoba Polres Klaten mendapat bantuan dari Satuan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah (Jateng) untuk melakukan rekonstruksi proses pembuatan sabu di kamar kos tersebut. Sebanyak tiga anggota Labfor Polda Jateng dibantu anggota Satuan Narkoba Polres Klaten selama kurang lebih satu jam mengelar rekontruksi.

Kasubid Narkotika Obat-Obatan Berbahaya Labfor Polda Jateng, AKBP Sapto Sri Suhatomo menuturkan,dalam rekontruksi ini pihaknya menemukan proses pengolahan precusor untuk menjadi sabu belum selesai dilakukan oleh pelaku.

“Ini narkotika jenis lama yakni sabu atau metamfetamin yang akan dibuat oleh pelaku. Dari rekontruksi proses pembuatannya, ternyata pelaku belum jadi memproses precusor menjadi sabu,”jelasnya.

Sapto melanjutkan, rekontruksi ini dilakukan untuk mencocokkan Berita Cara Pemeriksaan (BAP) dari pelaku. “Dalam rekontruksi ini, kita hanya ingin tahu bagaimana cara pelaku meracik dan merangkai alat-alat untuk pembuatan sabu ini,” jelasnya.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved