Maling Rokok Digebuki Warga

Warga meringkus pria itu dan mengamankan ransel berisi barang jualan dari warung H Rusli. Arbain dibawa ke halaman Kantor Kepala Desa Kayuh Bawang.

Maling Rokok Digebuki Warga
tribunnews.com
ilustrasi 

METROBANJAR.CO, MARTAPURA - Kehebohan terjadi di Desa Desa Kayuh Bawang, Kecamatan Gambut, Banjar Kalsel, Sabtu (26/3) siang. Tiba-tiba terdengar teriakan seorang perempuan yang menyebut adanya pencuri. Sontak warga setempat mendatangi asal suara di warung milik H Rusli (55).

Ternyata yang berteriak minta tolong adalah putri H Rusli, masih berusia 14 tahun. Di dalam warungnya terkunci seorang pria yang belakangan diketahui bernama Arbain (38) warga Gang Nikmat, Kelurahan Mantuil, Banjarmasin Selatan.

Warga meringkus pria itu dan mengamankan ransel berisi barang jualan dari warung H Rusli. Arbain dibawa ke halaman Kantor Kepala Desa Kayuh Bawang. Dia hanya bisa pasrah mengikuti keinginan warga. Sementara kedua tangannya diikat dengan tali.

Dia mencoba meminta ampun agar dapat belas kasih dari warga. Namun, beberapa warga sempat meluapkan kekesalannya dengan memukul dan menendang lelaki berambut gondrong itu. "Ampun.. Ampun.. Saya mengaku salah, " rintih Bain.

Sekitar 30 menit ‘disandera’ warga, Arbain dijemput aparat Polsek Gambut, lalu dibawa ke mapolsek. Sejumlah warga masih sempat melayangkan pukulan dan tendangan ke wajah dan tubuh Arbain ketika digiring ke mobil polisi. Sebelumnya, ada warga setempat yang menghubungi aparat kepolisian, mengabarkan ada seorang pencuri yang diringkus.

Informasi dihimpun Metro Banjar, peristiwa pencurian terjadi sesaat setelah Rusli bertolak ke acara keluarga. Pria ini sempat kaget ketika mendengar warung miliknya dibobol maling. "Saya bertolak ke Banjarmasin sekitar pukul 11.15 Wita. Saya tinggalkan warung dalam kondisi terkunci, " terangnya kepada polisi.

Meskipun terkunci, rupanya hal itu bukan halangan bagi Arbain. Dia menggunakan sebuah obeng untuk mencongkel jendela lalu masuk ke dalam warung milik H Rusli. Berbagai macam barang dagangan digondol Arbain, lalu dimasukkan ke dalam tas ransel yang dia peroleh di warung tersebut.

Apes dialami Arbain. Ketika hendak membawa pergi barang curiannya, aksi warga Banjarmasin ini dipergoki putri H Rusli. Dia terlihat hendak meninggal warung lewat pintu utama. Anak H Rusli yang curiga melihat seorang pria membawa tas ransel, langsung mengganjal pintu dengan sebuah kain hingga tertutup rapat.

Anak perempuan itu lalu berteriak ada maling dan minta tolong. Teriakannya di dengar warga yang langsung mendatangi asal suara. Adapun orang yang pertama kali merespons teriakan putri H Rusli adalah Hery Aryandi, pamannya sendiri. "Saya pun sontak juga berteriak, hingga warga pun berdatangan," terangnya.
Menurut Hery, pencuri sebenarnya berusaha melarikan diri ke arah sawah warga. Arbain juga membuang tas ransel ke sawah. "Tapi, tak berselang lama, pencuri berhasil kami ringkus," cerita Hery.

Setelah diringkus, Arbain tak menampik telah mencuri puluhan bungkus rokok di warung milik H Rusli. Dia pun pasrah ketika dihajar warga." Ya, saya salah pak Saya tinggal di Mantuil. Ke sini saya sendiri, tidak bawa teman siapa-siapa," ungkapnya sembari merintih menahan sakit.

Kapolsek Gambut AKP Andi Wijaya saat dikonfirmasi terkait hal itu menjelaskan, pelaku diamakan di Mapolsek Gambut setelah ada informasi warga meringkus pencuri. “Adapun barang bukti yang kami amankan yakni 24 macam merek rokok, satu handphone, uang receh dan barang-barang hasil curian lainnya, yang bila ditotal sekitar Rp 2,7 juta, " jelasnya.

Editor: BPost Online
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help