Lapas Banjarbaru Memprihatinkan, Hanya Punya Genset Portabel dan 2 Lampu Emergency

Kebutuhan mendesak lainnya yang masih krisis di Lapas Banjarbaru hingga saat ini adalah ketersediaan air bersih, sumur hanya satu.

Lapas Banjarbaru Memprihatinkan, Hanya Punya Genset Portabel dan 2 Lampu Emergency
banjarmasinpost.co.id/kurniawan
Kepala Lapas Banjarbaru Akhmad Heriansyah menunjukkan kondisi lapas dari balkon gedung teknis Lapas Banjarbaru. 

METROBANJAR.CO, BANJARBARU - Tiap hari, banyak penghuni Lapas Banjarbaru berdoa agar tidak terjadi pemadaman listrik. Terutama saat malam. Bila listrik padam, kondisinya bakal dirasa gelap total. Sejak beroperasi April 2015 hingga kini, Lapas masih belum mempunyai genset khusus dengan daya yang besar.

Pantauan saat Senin (18/7/2016), ruang genset yang tersedia di kawasan lapas itu masih dalam kondisi kosong. Hanya tersedia genset portabel rumahan dengan kapasitas daya yang cukup kecil. Dioperasionalkan ketika padam listrik, itupun diutamakan untuk keperluan komputer agar data administrasi terjaga.

Ratusan napi pun resah bila sampai terjadi listrik padam terutama saat malam. Dari sembilan blok yang ada, dua blok sudah terisi. Petugas terpaksa mengandalkan dua lampu darurat. Itu pun berukuran kecil. Kemudian, menaruhnya di masing-masing ujung blok yang sudah terisi. Terpenting, ada cahaya dulu.

"Genset penting. Kalau listrik padam, situasi memang cukup gelap karena minum lampu penerangan. Permohonan sudah diajukan ke pusat. Harapan kami, bisa terealisasi tahun ini. Karena ini sangat mendesak. Mudah-mudahan saja disetujui pusat," ucap Akhmad Heriansyah, Kalapas Banjarbaru, Senin (17/7/2016).

Ia juga membenarkan, jika saat gelap, terpaksa hanya mengandalkan dua lampu darurat berukuran kecil agar setidaknya ada cahaya penerang di dua blok yang terisi.

"Lampu daruratnya hanya bisa bertahan sejam atau dua jam. Asalkan ada cahaya saja dulu," ucapnya.

Kebutuhan mendesak lainnya yang masih krisis hingga saat ini adalah ketersediaan air bersih. Sumur hanya satu. Untuk memenuhi keperluan, Lapas memerlukan satu sumur lagi.

“Keperluan air, memang begitu penting. Untuk napi, masih terbilang sedikit. Kalau sudah banyak, satu sumur bor yang ada sekarang ini tidak akan cukup lagi memenuhi kebutuhan air di lapas," katanya.

Hingga saat ini, selanya, jumlah penghuni sekitar 190 orang. Perkirakan, pada akhir tahun ini mencapai 500 napi. Lokasi Lapas Banjarbaru berada di tengah padang ilalang. Berjarak sekitar satu kilometer dari kompleks perkantoran Pemprov Kalsel.

Kondisi sejumlah sarana pun masih memprihatinkan. Tiga pos pantau dalam kondisi rusak, tidak punya atap. Sementara empat lainnya dalam kondisi rusak.

"Ambulans belum punya. Bila ada napi sakit dan mendesak, biasanya diangkut dengan menggunakan mobil petugas. Sebenarnya kalau darurat, kan tidak tahun kapan terjadi," imbuhnya.

Kondisi memprihatinkan lainnya, jalan menuju lapas. Serta, tidak ada penerangan bila malam. (kur)

Editor: Edinayanti
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help