Iis Permata Sari Dikira Dangdutan di Mesir

“Ini pengalaman berharga dan paling berkesan selama hidup saya. Saya bisa jalan-jalan ke sejumlah kota yang sangat indah sekali."

Iis Permata Sari Dikira Dangdutan di Mesir
ISTIMEWA
Iis Permata Sari 

METROBANJAR.CO - Pengalaman hidup ini tidak akan pernah terlupakan pedangdut Banua, Iis Permata Sari. Tanpa disangka-sangka, dia diajak tantenya berpelesiran ke negeri Firaun, Mesir. Berbagai objek wisata dijunjungi Iis, termasuk Piramida.

"Selama 20 hari pelesiran di Mesir dan baru saja pulang," kata pedangdut kelahiran Pematang Panjang, 30 Oktober 1995 ini, kemarin.

Iis mengaku, banyak pengalaman baru selama berada di Mesir. “Ini pengalaman berharga dan paling berkesan selama hidup saya. Saya bisa jalan-jalan ke sejumlah kota yang sangat indah sekali," ujarnya.

Iis menceritakan, sebelum berwisata ke Mesir, dia fokus mencari kerja kantoran guna menambah penghasilan hidupnya.

“Sebagai penyanyi, saya hanya bisa menerima honor setiap minggu. Saya ingin ada gaji tetap, selain penghasilan sebagai penyanyi," ujarnya.

Untuk mendapat pekerjaan itu, kata Iis, dia rajin menyebar surat lamaran kerja ke sejumlah perusahaan.

“Lamaran kerja yang saya kirim ada mendapat respons, tapi saya tolak. Jam kerja tidak sesuai dengan keinginan saya,” ujarnya.

Iis mengaku hampir pesimistis mencari kerja kantoran. Saat itulah tante Iis memberikan semangat. Bahkan sang tante berjanji akan membawa Iis dan mamanya pelesiran ke Mesir bila Iis mendapat pekerjaan.

“Tak lama berselang, seorang kenalan saya menawarkan pekerjaan. Saya diinterview selama satu jam. Pertanyaannya ada juga soal nyanyi. Eh akhirnya saya diterima kerja," ujarnya.

Dengan mendapat kerja itu, sang tante menepati janjinya kepada Iis. “Padahal kerjanya saja belum, saya sudah dapat hadiahnya," ujar Iis.

Selama di Mesir, kata Iis, banyak rekan seprofesinya bertanya, apakah dia dapat job nyanyi di Mesir.

"Saya ketawa ketika ditanya itu. Saya bilang sejak kapan di Mesir ada dangdutan," ujar Iis ketawa.

Iis sebenarnya bercita-cita ingin menjadi Polwan. Karena tinggi badannya tidak memenuhi standar, Iis pun mengurung niat menjadi Polwan. “Jadi Polwan itu cita-cita saya sejak kecil,” ujarnya. (arl)

Editor: Muhammad Yamani
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help