Anggota Komplotan Curanmor di Tapin Ini Jual Madu Sambil Cari Sasaran

Komplotan curanmor ini tidak hanya mencuri sepeda motor di jalanan, tapi berani mencuri sepeda motor di rumah warga.

Anggota Komplotan Curanmor di Tapin Ini Jual Madu Sambil Cari Sasaran
Banjarmasin Post Group/Ibrahim Asabirin
DITEMBAK - Seorang pelaku curanmor, Mathur, terpaksa ditembak polisi karena berusaha melarikan diri saat ditangkap. 

METROBANJAR.CO, RANTAU - Polsek Binuang Kabupaten Tapin berhasil meringkus sindikat pencuri sepeda motor di Binuang dan sekitarnya. Sebelum beraksi, mereka selalu menyaru sebagai penjual madu keliling. Mereka berjalan dari kampung ke kampung sambil mencari sasaran.

“Kawanan itu jumlah empat orang. Mereka Matnur (40), Fery Irianor (30), Aiman (28), dan Mulyadi (30),” kata Kapolsek Binuang, Ipda Supiannoor, Minggu (14/8/2016).

Supiannoor mengatakan, komplotan curanmor ini tidak hanya mencuri sepeda motor di jalanan, tapi berani mencuri sepeda motor di rumah warga.

“Khusus mencuri sepeda motor di rumah, para pelaku terlebih dahulu merusak pintu atau jendela,” ujarnya.

Salah satu korban pencurian sepeda motor itu, kata Supiannoor, adalah Herlina (27), warga Desa Tarungin Kecamatan Hatungun Tapin.

“Selain kehilangan sepeda motor, Herlina juga kehilangan telepon genggam dan jendela rumahnya dirusak pelaku. Kejadiannya Minggu (7/8/2016) dini hari,” ujarnya.

Menurut Supiannoor, sebelum menjalankan aksinya, anggota komplotan terlebih dahulu berbagi tugas. Ada yang mencari sasaran, ada yang mengeksekusi dan ada yang mengawasi di sekitar lingkungan.

“Uniknya, sebelum beraksi komplotan curanmor ini berpura-pura menjual madu dari kampung ke kampung. Tujuannya mereka sebenarnya mencari rumah yang layak dikuras hartanya,” ujarnya.

Dari komplotan tersebut, kata Supiannoor, diamankan empat sepeda motor hasil curian dan satu unit mobil.

“Mobil tersebut adalah mobil rentalan, yang biasa mereka gunakan untuk menjalankan aksinya,” ujarnya.

Curanmor tersebut juga tidak hanya menjalankan aksinya di Binuang, tapi juga di Kabupaten Banjar.

“Empat orang curanmor tersebut sudah pernah masuk penjara. Malah satu di antaranya, Matnur, sudah lima kali masuk penjara. Dia otak dari komplotan tersebut,” ujarnya.

Komplotan curanmor itu berhasil ditangkap di Binuang, Jumat (12/8//2016).

“Komplotan itu sempat lari ke hutan. Mathur terpaksa kami lumpuhkan pakai timah panas. Kaki kanannya kami tembak, karena dia mau melarikan diri,” ujarnya. (him)

Editor: Muhammad Yamani
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help