MetroBanjar/

Desy Perlu Waktu Sebulan Pelajari Karakter Gusti Zalekha

Secara utuh, Desy sangat apik membawakan peran sebagai Gusti Zalekha tersebut.

Desy Perlu Waktu Sebulan Pelajari Karakter Gusti Zalekha
Banjarmasin Post Group/Syaiful Anwar
Gusti Desy Citra Wardani 

METROBANJAR.CO - "Suamiku Gusti Muhammad Arsyad kena tipu pula. Sekarang ayahku meninggal. Belanda keparat, ku bunuh kalian," teriak Gusti Desy Citra Wardani, yang memerankan tokoh pejuang perempuan Banjar, Gusti Zalekha, sambil menghunus mandau, berlari menghadang tentara Belanda.

Secara utuh, Desy sangat apik membawakan peran sebagai Gusti Zalekha tersebut.

"Berperan sebagai Gusti Zalekha sangat susah dan berat. Beliau merupakan pahlawan Banjar yang penuh wibawa, sedangkan saya lumayan pecicilkan," kata Desy, kemarin.

Menurut anggota Sanggar Budaya Kalsel ini, persiapan tampil di Teater Kolosal Perang Banjar, Haram Manyarah, Waja Sampai Kaputing ini sekitar satu bulan.

"Saya juga mempelajari karakter Gusti Zalekha melalui buku sejarah beliau, google serta betakun sama yang tuha-tuha. Alhamdulillah, saya bisa keluar dari karakter diri saya sendiri," ujarnya.

Selain itu, kata Desy, dirinya pernah memainkan cerita yang sama di Taman Budaya Provinsi Kalsel pada 2012 lalu.

"Kalau di Taman Budaya saya berperan sebagai Putri Layang dan sekarang ini 'naik pangkat' sebagai Gusti Zalekha," papar mahasiswi Ilmu Komunikasi Uniska Banjarmasin ini.

Desy pun merasa bangga, dua kali bermain di acara Teater Perang Banjar.

"Tapi ini lebih berat, karena mainnya di tempat terbuka dan cukup melelahkan," tandasnya.

Perempuan kelahiran Banjarmasin, 27 Desember 1994, ini menekuni dunia seni teater sejak tahun 2010 lalu.

"Saya suka teater karena bisa memainkan peran orang lain dan sudah puluhan kali tampil di atas panggung," pungkasnya. (ful)

Editor: Muhammad Yamani
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help