Edan! Usai Menghipnotis Korban, sang Paman Perkosa Keponakan

Toni dan Rianti mendapati anaknya sering melamun dan murung di rumah. Itu terjadi setelah RN dititipkan di rumah kakak iparnya, Rudi.

Edan! Usai Menghipnotis Korban, sang Paman Perkosa Keponakan
BANJARMASINPOST GROUP/FATURAHMAN
MELAPOR - Ibu dan ayah RN melaporkan kasus perkosaan yang dilakukan Rudi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Mapolda Kalteng, Kamis (18/8/2016) sore. 

METROBANJAR.CO, PALANGKARAYA - Toni (40) dan Rianti (30) sangat marah setelah mengetahui anak sulung, RN (17), diperkosa Rudi (47) yang tak lain paman korban sendiri. Sebelum memperkosa, Rudi menghipnotis RN terlebih dahulu.

Kejadian yang menimpa RN, baru lulus SMP, ini terungkap ketika orangtua RN, Toni dan Rianti, mendapati anaknya sering melamun dan murung di rumah. Itu terjadi setelah RN dititipkan di rumah kakak iparnya, Rudi.

"Saya curiga dan bertanya kepada teman sekolah anak saya. Dari situlah kami tahu, anak saya diperkosa pamannya. Perbuatan itu dilakukan tiga kali pada tengah malam. Saat seisi rumah sedang tertidur pulas. Rudi masuk kamar anak saya dan mengancam akan membunuhnya jika tidak melayaninya," kata Rianti, kepada penyidik Polda Kalteng, Kamis (18/8/2016) sore.

Rianti mengatakan, dia menitipkan RN kepada pelaku karena selama ini RN kesurupan, baik saat di rumah maupun di sekolah.

“Anak saya dititipkan di rumah pamannya di Desa Muruiraya Kecamatan Mentangai Kabupaten Kapuas, Kalteng. Paman RN bisa menyembuhkan orang yang sering kesurupan. Kami tidak menduga sama sekali, Rudi akan tega memerkosa keponakannya sendiri," ujarnya.

Orangtua korban sebenarnya sudah pernah melaporkan kasus pemerkosaan tersebut ke Pospol Bagugus Kabupaten Kapuas. Tapi laporan itu dicabut, karena pelaku mengancam akan melaporkan balik korban dan keluarganya atas tudingan pencemaran nama baik.

"Memang sempat dicabut kasusnya waktu di pospol. Tapi melihat anak saya sering murung dan kemudian berkonsultasi dengan saudara yang tahu hukum, kami melaporkan Rudi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Mapolda Kalteng, Kamis (18/8/2016) sore,” ujarnya.

Terpisah, dr Ricka B Zaluchu, ahli forensik dari RS Bhayangkara Palangkaraya, membenarkan adanya indikasi pemerkosaan tersebut.

"Kami melihat ada tanda persetubuhan lama di bagian kelamin korban. Kami juga dapatkan tanda kekerasan di bagian payudara korban, ujarnya.

Sementara itu, korban pemerkosaan, RN, mengungkapkan pelaku masuk ke kamar saat dia tidur dengan anak bungsu pelaku, sekitar pukul 01.00 WIB.

"Saya seperti dihipnotis sebelum pelaku memperkosa saya. Saya juga diancaman akan dibunuh jika berteriak dan melaporkan kejadian itu," ujar RN. (tur)

Editor: Muhammad Yamani
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help