Hairani Mengaku Bawa Belati untuk Pelaris

Hairani alias Rani (43) hanya bisa pasrah saat diamankan dan digelandang anggota Polsek Banjarmasin Barat.

Hairani Mengaku Bawa Belati untuk Pelaris
Banjarmasin Post Group/M Fadly
Ilustrasi -Sabu yang ditemukan polisi 

METROBANJAR.COM, BANJARMASIN - Hairani alias Rani (43) hanya bisa pasrah saat diamankan dan digelandang anggota Polsek Banjarmasin Barat. Tengkulak di pasar ikan ini kedapatan membawa sabu dan senjata tajam tanpa izin.

Polisi dari Polsek Banjarmasin Barat menangkap Rani, Senin (15/8/2016) malam, di Jalan PHM Noor, Banjarmasin. Awalnya, polisi hanya menemukan senjata tajam jenis belati.

Rani mengaku, senjata tajam itu hanyalah sebagai pelaris. “Bukan untuk mengancam atau apalah. Buat pelaris saja pak," ujar Rani, saat ditemui di Polsek Banjarmasin Barat, Jumat (19/8/2016).

Saat digeledah, polisi menemukan enam paket sabu kecil. Sabu itu disembunyikan Rani di balik ikat pinggangnya. “Sabu sebanyak itu digunakan untuk saya sendiri. Baru belajar pak,” ujarnya.

Menurut Rani, dia sudah tiga bulan mengonsumsi sabu. “Pakai sabu supaya badan segar. Soalnya saya kerja siang malam, full time," aku Rani yang tinggal di Padat Karya Kompleks Mandiri Banjarmasin ini.

Meski kedapatan membawa sabu paket kecil siap jual, Rani membantah diri disebut sebagai bandar. “Saya pakai sendiri saja pak," ujarnya.

Kapolsek Banjarmasin Barat AKP Dese Yulianti melalui Kanit Reskrim Barat Ipda Sisworo Zulkarnaen mengatakan tersangka Rani sendiri sudah menjadi target operasi (TO) pihaknya.

"Dia merupakan TO kami karena diduga sebagai pengedar sabu," pungkasnya. (rmd)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved