Leher Satu Penghuni Rutan Palangkaraya Terikat Tali Jemuran di Kamar Mandi

Suasana Rutan kelas IIa Palangkaraya geger setelah seorang penghuni sel Blok C, Memet, ditemukan tergantung di kamar mandi.

Leher Satu Penghuni Rutan Palangkaraya Terikat Tali Jemuran di Kamar Mandi
Istimewa
GANTUNG DIRI - Seorang penghuni Rutan Kelas IIa Palangkaraya, Kalteng, Memet, tewas tergantung di kamar mandi. 

METROBANJAR.CO, PALANGKARAYA - Selamat alias Memet (24) mengakhiri hidupnya di Rutan kelas IIa Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (21/8/2016) malam. Narapidana kasus narkotika ini tewas bunuh diri di kamar mandi.

Malam, sekitar pukul 21.30 WIB, suasana Rutan kelas IIa Palangkaraya geger. Seorang penghuni sel Blok C, Memet, ditemukan tergantung di kamar mandi.

Saat ditemukan, warga Jalan Bengaris Kota Palangkaraya ini sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab Memet, yang terbelit kasus narkoba dan divonis 5 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Palangkaraya, mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri tersebut.

Kepala Kemanan Rutan Kelas II a Palangkaraya, Tigor, saat dikonfirmasi, Minggu (21/8/2016), mengungkapkan pihaknya tahu kejadian tersebut setelah penghuni rutan berteriak mengabarkan ada penghuni sel tewas bunuh diri.

"Mereka sempat teriak-teriak. Mereka ingin menolong, tapi nggak bisa, sebab semua pintu kamar dikunci. Pas kami datang dan melihat ke kamar mandi sel, leher korban masih terikat tali jemuran," ujar Tigor.

Rekan satu sel Memet, Supiansyah (34) mengatakan, sebelum terjadinya peristiwa tersebut dirinya bersama korban sempat berbaring.

“Kemudian korban berjalan menuju kamar mandi, yang hanya tertutup dengan tirai,” ujarnya.

Beberapa menit, kata Supiansyah, satu dari empat kawan satu sel korban bermaksud buang air.

“Beberapa kali dipanggil, Memet tidak menjawab. Saya pun segera ke kamar mandi dan menemukan korban telah meninggal dunia dengan posisi tersandar di dinding dengan leher terikat tali jemuran,” ujarnya.

Petugas Polres Palangkaraya, yang menerima laporan dari Petugas Rutan sekitar pukul 22.00 WIB, segera mendatangi Rutan Klas IIa untuk melakukan olah TKP dan selanjutnya membawa korban ke Rumah Sakit Doris Sylvanus untuk dilakukan visum.

“Kasus ini sudah ditangani Satuan Reserse Kriminal Polres Palangka Raya. Ini untuk mengetahui motif korban melakukan tindakan nekat tersebut. Diduga kuat korban melakukan bunuh diri," kata Kasat Reskrim Polresta Palangkaraya AKP Erwin.

Dokter Ricka B Zuluchu, yang melakukan visum terhadap jenazah Memet, membenarkan ada bekas luka jeratan tali di leher korban dan dari mulut korban juga terlihat ada bekas cairan.

“Melihat tanda ini korban tewas akibat gantung diri,” ujarnya. (tur)

Editor: Muhammad Yamani
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help