Dirawat di Rumah Sakit, Habib Gadungan Tetap Dijaga Ketat Polisi

Guna memastikan kondisinya agar lebih stabil, warga Sungai Rangas itu diperkenankan Polres Banjar untuk menjalani penyembuhannya.

Dirawat di Rumah Sakit, Habib Gadungan Tetap Dijaga Ketat Polisi
Banjarmasin Post Group/Hari Widodo
Polisi mengawal Iberahim alias Husein (35) yang babak belur warga dihajar warga Sungai Rengas Ulu akibat menyetubuhi korban. 

METROBANJAR.CO, MARTAPURA - Dua hari sudah Intan Iberahim (35) menjalani perawatannya di RSUD Ratu Zalecha Martapura, Kabupaten Banjar, pascadihajar massa di Desa Sungai Rangas, Kecamatan Martapura Barat, Sabtu (20/8/2016) malam lalu.

Hingga Selasa (30/8/2016), kesehatan Husein, sapaannya, sudah berangsur membaik.

Hanya saja, guna memastikan kondisinya agar lebih stabil, warga Sungai Rangas itu diperkenankan Polres Banjar untuk menjalani penyembuhannya.

Namun dia tetap mendapatkan penjagaan ketat oleh aparat kepolisian.

Penjagaan ketat ini terkait tudingan Husein telah melakukan perzinaan dengan seorang warga Sungai Rangas Ulu, Ft (23), dengan modus berperan sebagai habib palsu.

Kapolres Banjar, AKBP Kukuh Prabowo melalui Kasatreskrimnya, AKP Budi Prasetyo, saat dikonfirmasi terkait perkembangan proses hukum Husein, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Kami masih melakukan penyelidikan guna terpenuhinya unsur-unsur terhadap tersangka. Tapi yang menjadi kendala saat ini, yang bersangkutan masih belum bisa diperiksa mengingat kondisi kesehatannya belum pulih," terang Budi.

Sementara, terkait gelar ‘habib’ yang disandang Husein, Ketua Rabitah Habaib se-Kalsel, Said Abdullah, mengatakan Intan Iberahim alias Husein tak termasuk dalam juriat Habib.

“Kami sudah dipastikannya melalui pengecekkan data juriat habib. Dia (Intan Iberahim, Red) bukan habib," ujarnya.

Abdullah mengatakan, semestinya orang tersebut berhenti mengaku habib. Pasalnya mengatasnamakan keturunan Rasulullah SAW tentunya harus memiliki bukti.

"Bila benar termasuk habib, paling sekitar lima menit sudah bisa saya pastikan kebenarannya. Selain itu, mereka yang benar keturunan habib setidaknya mampu menyebutkan lima nama juriatnya," ujarnya.

Abdullah mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah percaya terhadap orang yang mengaku habib.

“Beranikan diri bertanya mengenai silsilah keturunannya. Seorang habib tentu tak mungkin marah bila seseorang bertanya kepadanya,” ujarnnya.

Mengenai proses hukumnya, kata Abdullah, pihaknya tidak melakukan penuntutan pencemaran nama baik.

“Tapi mengenai aksi penipuan yang dilakukannya, saya harap bisa berlanjut. Sehingga memberikan efek jera kepada tersangka dan pelajaran bagi yang lainnya," terang pria yang juga menjabat di Sekdakot Banjarbaru itu. (gha)

Editor: Muhammad Yamani
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved