Pembawa Pisang Goreng Kantongi Sabu ke Sel PN Banjarmasin

Penggeledahan itu dilakukan karena Dani memperlihatkan sikap yang mencurigakan.

Pembawa Pisang Goreng Kantongi Sabu ke Sel PN Banjarmasin
Banjarmasin Post Group/IRFANI RAHMAN
Rahmadani alias Dani (34) diamankan petugas karena kedapatan mengantar barang diduga sabu kepada terdakwa Alex, yang mau menjalani persidangan. 

METROBANJAR.CO, BANJARMASIN - Rahmadani alias Dani (34) hanya bisa pasrah, saat petugas Sabhara Polresta Banjarmasin dan petugas penjaga tahanan Kejaksaan Negeri Banjarmasin menggeledahnya di sebuah ruang di dekat sel PN Banjarmasin, Kamis (1/9/2016) sekitar pukul 13.30 Wita.

Penggeledahan itu dilakukan karena Dani memperlihatkan sikap yang mencurigakan.

Dani pun mati kutu. Saat digeledah, petugas menemukan satu paket besar berisi kristal putih, yang diduga adalah sabu seberat sekitar 50 gram.

Dengan penemuan itu, Dani dibawa ke Polresta Banjarmasin untuk pemeriksaan lebih intensif.

Informasi diperoleh, diamankannya Dani, warga Jalan Teluk Tiram, Banjarmasin, ini berawal dari kedatangannya ke sel PN Banjarmasin.

Tujuannya adalah mengantarkan makanan berupa pisang goreng kepada seorang tahanan, yakni Alex.

Saat menyerahkan plastik berisi pisang goreng itu Dani memperlihatkan gerak-gerik mencurigakan.

Hal itu sempat dilihat petugas Kejari, Tama, yang sedang bertugas jaga. Merasa curiga, Tama pun ingin melakukan penggeledahan.

Tapi Dani tak mau. "Aku sempat menarik Dani,” ujar Tama.

Penolakan Dani ini menambah kecurigaan Tama. Kemudian dia berkoordinasi dengan Hery S, anggota Sabhara Polresta yang saat itu juga tengah berjaga di dekat sel tahanan PN Banjarmasin.

Dani pun dibawa ke sebuah ruangan dan digeledah. Hasilnya, petugas menemukan satu paket besar yang diduga sabu di dalam kantong kanan celana jeansnya.

Penemuan barang diduga sabu ini dilaporkan ke Kasi Intel dan Kasu Pidum. Kasi Intel Kejari Banjarmasin, Acmad Jusriadi, didampingi Kasi Pidun I Wayan Wiradarma, mengatakan kejadian sekitar pukul 13.30 Wita.

"Berkat kesigapan petugas pengawal kejaksaan, seseorang yang membawa barang diduga sabu berhasil digagalkan,” ujarnya.

Bagaimana Dani mengenal terpidana Alex, yang sudah divonis dalam kasus sabu dan kembali disidang dalam kasus TPPU di PN Banjarmasin? Dani mengaku kenal dengan Alex karena pernah satu LP di Teluk Dalam.

"Aku baru keluar LP , 3 Agustus lalu," ucap Dani, yang mengaku tinggal di Gang MPH di Jalan Teluk Tiram. (dwi)

Editor: Muhammad Yamani
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help