Polda Metro Jaya Menegaskan Gatot Brajamusti Terancam Hukuman Mati

Hukuman tersebut diterima oleh Gatot Brajamusti dikarenakan, ia dikenakan UU Darurat Nomo 12 tahun 1951 pasal 1 ayat 1, terkait kepemilikan senpi

Polda Metro Jaya Menegaskan Gatot Brajamusti Terancam Hukuman Mati
Kompas TV
Gatot Brajamusti 

METROBANJAR.CO, JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Alwi Setiyono menegaskan, Gatot Brajamusti terancam hukuman mati.

Hukuman tersebut diterima oleh Gatot Brajamusti dikarenakan, ia dikenakan UU Darurat Nomo 12 tahun 1951 pasal 1 ayat 1, terkait kepemilikan senjata api ilegal.

"Tersangka sudah melanggar UU tersebut. Maka ancaman hukuman dia (Gatot) adalah hukuman mati, seumur hidup, atau pidana 20 tahun kurungan penjara," kata Alwi di sela-sela jumpa pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Sabtu (3/9).

Dalam penggeledahan kediaman Gatot Brajamusti yang beralamatkan di Jl. Niaga Hijau X No.6, Kel. Pondok Pinang, Kec. Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (2/9) pukul 19.00 WIB, pihak kepolisian mengamankan banyak sekali barang bukti.

Seperti satu kotak berwarna coklat bertuliskan 'Honest'.

Kotak tersebut berisi satu plastik klip yang berisi kristal putih yang di duga sabu-sabu.

Kemudian, pihak kepolisian juga menemukan satu kotak bertulis 'Cafe Crime' yang berisi dua plastik klip, isi kristal putih diduga sabu-sabu.

Satu botol kecil bertulis 'Gluco' warna hitam yang berisi satu plastik klip isi kristal putih di duga sabu-sabu, satu buah cangklong, satu kotak amunisi bertuliskan 'Flochi' isi 36 butir amunisi dengan kaliber 7,65 mm.

Lalu, satu kotak bertuliskan 'Panasonic' berisi 10 kotak putih amunisi, masing-masing berjumlah 50 butir peluru dengan kaliber 9mm total 500 butir.

Satu kotak coklat amunisi jumlah 72 butir kaliber 9mm. Satu kota kecil amunisi jumlah 50 butir diameter kecil.

Selain itu, Polda Metro Jaya juga menemukan 2 magazen LKP dengan satu peluru di dalamnya berdiameter 9mm. Buku tabungan BCA 24 buah dan satu buku tabungan Panin Bank.

Tiga buah dompet berisi tiga kartu ATM BCA, satu kartu tanda pengenal Karpi, satu kartu RS Pondok Indah, dan satu kartu apartemen Poinsquare. Terakhir, kepolisian mengamankan 10 bungkus 'Extra Viga'.

"Penggeledahan kedua terhadap brankas yang ada di kamar tidur depan, ditemukan barang yang ada kaitan dengan kasus tersangka GB. Tapi hanya berupa passport dan dua putung yang diduga cerutu," ucap Alwi.

Pada keterangan terakhirnya, penggeledahan ini disaksikan oleh sekuriti komplek Pondok Indah, ketua RT yakni Mursyid dan dua orang pengacara Gatot Brajamusti.

Editor: Didik Triomarsidi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help