MetroBanjar/

Warung Jablai di Sungaitabuk Disweeping, 26 Pria dan Wanita Terjaring

Warung jablai atau remang-remang di sepanjang Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Sungaitabuk, Kabupaten Banjar, di-sweeping Satpol PP Kabupaten Banjar

Warung Jablai di Sungaitabuk Disweeping, 26 Pria dan Wanita Terjaring
Ghanie
Pria dan wanita yang terkena sweeping Satpol PP Banjar di warung Jablai. 

MARTAPURA - Warung jablai atau remang-remang di sepanjang Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Sungaitabuk, Kabupaten Banjar, di-sweeping Satpol PP Kabupaten Banjar, Sabtu (10/12) sekitar pukul 23.00 Wita. Sebanyak 26 pria dan wanita berhasil diamankan.

Keberadaan warung jablai itu sudah meresakan warga setempat. Para pelayan dan pemiliknya tidak hanya menyuguhkan makanan dan minuman, tapi juga diduga melakukan praktik prostitusi terselubung.

Sabtu sekitar pukul 23.00 Wita, Satpol PP Kabupaten Banjar dibantu personel dari Koramil Sungaitabuk, Polsek Gambut dan Polsek Sungaitabuk dan Polres Banjar men-sweeping warung jablai tersebut.

Di Desa Lok Baintan misalnya, petugas mendatangi empat perempuan dan enam pria yang duduk santai di warung jablai. Saat diperiksa, mereka tidak bisa memperlihatkan KTP-nya.

Feny (19) mengaku KTP-nya hilang saat dijambret bersama ibunya dua bulan lalu. “Karena kesibukan, saya tidak melapor ke polisi,” kata Feny.

"Selain itu, Feny juga tidak sempat kepikiran bikin atau buat KTP baru," timpal ibu Feny, Sabariah (35).

Sementara seorang pemuda, yang enggan disebutkan namanya, mengaku tidak melakukan apa-apa yang bertentang dengan hukum. "Babam kada pernah pa. Lun di sini santai aja. Lun bantu jaga-jaga aja di sini, " ujarnya kepada petugas.

Beda kakak beradik, Misna dan Taniah. Belum genap sehari bekerja sebagai penjaga warung di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi Sungaitabuk, keduanya sudah berurusan di kantor polisi.

"Baru tadi sore, itu pun diajakin teman. Jadi enggak tahu buka dan tutup sampai jam berapa. Takut ya enggak, karena setelah bikin minumkan saya memilih menjauh," ujar Taniah.

Kasatpol PP Kabupaten Banjar, Akhmadi, mengatakan sebanyak 26 orang diamankan dalam giat gabungan malam itu. “Lewat giat ini diharapkan dapat menimbulkan efek jera kepada pemilik, penjaga atau pengunjung warung remang,” ujarnya.

Penjaga, pengunjung dan pemilik warung remang yang terjaring, kata Akhmadi, hanya didata dan membuat surat pernyataan tidak melakukan hal serupa lagi.

"Kami juga mengimbau kepada pemilik warung agar tidak buka hingga larut malam. Nanti akan kami batasi hingga jam 11 atau 12 malam, warung-warung sudah tutup. Tujuannya, agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Terpisah, Kabag Ops Polres Banjar, Kompol Sumartono, mengatakan pihaknya hanya mem-back up personel Satpol PP.

“Kami melibatkan personel Polres Banjar, Polsek Gambut hingga SungaiTabuk. Untuk tindak pidana nihil ditemui," jelasnya. (*)

Editor: Ernawati
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help