MetroBanjar/

Pasutri Meninggal Berpelukan di Kamar

Warga Kompleks Majelis Taklim di Jalan Al Falah, Kelurahan Karang Taruna, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Selasa (13/12) sekitar pukul 15.00

Pasutri Meninggal Berpelukan di Kamar
Ilustrasi 

PELAIHARI - Warga Kompleks Majelis Taklim di Jalan Al Falah, Kelurahan Karang Taruna, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Selasa (13/12) sekitar pukul 15.00 Wita, geger. Dua orang warganya, H Ahmad Mahalli (35) dan Hj Fitriawati (35), ditemukan meninggal dalam kamar.

Informasi didapat, pasangan suami istri (Pasutri) itu baru tiga bulan menghuni sebuah rumah kontrakan di Kompleks Majelis Taklim.

“Saya kaget juga, saat diberitahu orang yang mengontrak rumah saya tewas bersamaan,” kata Hj Era, warga Kompleks Permata Jingga, yang mengaku pemilik rumah yang dihuni pasutri itu.

Era mengatakan, dia sangat mengenal korban. “H Ahmad Mahalli itu anak guru di Desa Tampang. Kami bertetangga di Kompleks Permata Jingga. Saya tidak tahu kalau dia yang mendiami rumah kontrakan saya. Katanya, kontrakan itu buat adiknya," ujarnya.

Orang yang pertama kali mengetahui pasutri tewas itu adalah anaknya. Kedua orangtuanya tidak bergerak saat dibangunkan. Saat diperiksa, keduanya sudah tidak bernapas lagi.

Anak pasutri itu memberitahukan hal itu kepada pengasuh anaknya. Kemudian si pengasuh anak menghubungi tetangga, yang kebetulan seorang anggota polisi.

“Pasutri itu didapati dalam kondisi tidur dan berpakaian. Si istrinya memakai busana tidur, sedangkan suaminya bercelana pendek. Si istri memeluk suaminya,” kata seorang polisi, yang mengevakuasi korban ke kamar jenazah RSUD Hadji Boejasin, Pelaihari.

Di rumah sakit, kedua korban hanya divisum. Pasalnya pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap kedua korban.

“Kami tidak bisa memastikan penyebab kematian suami istri itu tanpa proses autopsi. Untuk membuktikan harus dilakukan autopsi. Penyebab kematian bisa oleh racun yang terdapat pada makanan, minuman dan udara,” kata Kasatreskrim Polres Tanahlaut, AKP Ade Papa Rihi.

Dari hasil visum, kata Ade, di tubuh korban tak didapati tanda adanya kekerasan fisik.
“Dari keterangan saksi, sebelumnya memang ada tamu yang bertandang ke rumah korban,” ujarnya. (tar)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Ernawati
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help