Izin Pakai Celana Saat Digerebek

Bila Tante Mer (35) mengaku bertarif Rp 100 ribu saja untuk sekali kencan, lain lagi dengan rekan dia yakni Yanti dan Susi yang

Izin Pakai Celana Saat Digerebek
BANJARMASIN POST GROUP/NIA KURNIAWAN
Petugas Satpol PP Pemko Banjarbaru menggiring seorang penghuni eks lokalisasi Pembatuan yang kedapatan menjalankan praktik prostitusi, Jumat (29/12). 

METROBANJAR.CO, BANJARBARU - Ditangkapnya Tante Mer (35) di eks lokalisasi Pembatuan, mengungkap adanya praktik prostitusi terselubung yang masih marak di tempat ini. Sebagaimana Yanti dan Susi yang digerebek Satpol PP Pemko Banjarbaru, Jumat (29/12) pagi, saat melayani tamu di eks lokalisasi Pembatuan.

Bila Tante Mer (35) mengaku bertarif Rp 100 ribu saja untuk sekali kencan, lain lagi dengan rekan dia yakni Yanti dan Susi yang mematok lebih mahal karena usia yang masih muda.

Yanti dan Susi masih berumur 31 tahun. Penampilannya lebih menawan dibanding Tante Mer. Tarifnya juga lebih mahal untuk satu kali kencan, Rp 150 ribu. Keduanya mengaku baru datang sekitar dua bulan terakhir ini dari Jawa Timur.

Yanti tidak mau kalah dengan Tante Mer. Dia akui sekitar dua bulan terakhir ini juga sudah
melayani 30 orang tamu lelaki, bahkan bisa jadi lebih banyak karena dia nilai dia lebih muda dan cantik.

Lain lagi Susi, dia enggan menyebut sudah berapa banyak tamu yang dilayani. “Lupa berapa kali sudah layani tamu, yang jelas baru sebulan,” ucap Susi yang mengaku asal Banyuwangi.

Yanti dan Susi terancam dipulangkan kembali ke kampung halaman. “Tidak tahu kalau ditutup, baru kami ini kalaupun disuruh pulang juga tak ada bekal lagi Saya sudah dua bulan, mungkin lebih dari 30 tamu saya sudah layani, Rp 150 ribu,” ucap Yanti asal Tuban.

Mulyono dan Suli, dua lelaki pelanggan mengaku baru pagi itu datangi rumah nomor 162 RT 6 Jalan Kenanga Landasan Ulin Timur di ekslokalisasi Pembatuan. “Kami juga butuh kebutuhan biologis, tak punya istri,” ucap Suli.

Terbongkarnya praktik prostitusi yang dilakoni Yanti dan Susi berawal dari patroli kecil Satpol PP kembali menyasar kawasan eks lokalisasi Pembatuan. Tak disangka, walau hari masih pagi petugas gerebek mereka yang lagi mesum, Parahnya lagi, satu lelaki yakni Mulyono masih belum pakai celana hanya pakai sarung.

Yanti juga saat digerebek minta izin dulu untuk memakai celana dan pakai sandal. Tapi Susi saat itu sudah dalam kondisi berbusana, dia terus menutup muka dengan jaket yang dikenakannya. “Pakai celana dulu cepat, “ tegas petugas kepada Mulyono yang mengaku baru kali ini jadi tamu PSK Pembatuan, Jumat (29/12).

Pintu terpaksa didobrak, bahkan satu pasang yakni Mulyono dan Yanti sempat bersembunyi di kamar dan kunci pintu, enggan keluar. Walau akhirnya keluar setelah dipaksa petugas.

Kedua PSK mengaku datang dari Jawa timur, mereka terpaksa datang lokalisasi karena tekanan kebutuhan ekonomi. Keduanya tak tahu jika eks lokalisasi pembatuan sudah ditutup.

Petugas menyita sejumlah barang bukti, seperti bantal, selimut sampai kondom. “Kami akan terus giat, nanti dijaga lebih intensif. Mereka memang selalu kucing-kucingan,” ucap Plt Kasatpol PP Banjarbaru, Marhain Rahman.

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: BPost Online
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help