Ini Ciri Fisik Dua Teroris yang Tewas di Poso

Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah telah mengidentifikasi ciri fisik dua jenazah korban tewas

Ini Ciri Fisik Dua Teroris yang Tewas di Poso
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Polisi dengan senjata lengkap bersiaga di ujung Dusun Tamanjeka, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (7/11/2012). Sebanyak 200 personel gabungan TNI Polri selama tiga hari menyisir pegunungan Kalora untuk mencari sejumlah terduga teroris dan bahan-bahan peledak yang diduga masih disembunyikan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,PALU - Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah telah mengidentifikasi ciri fisik dua jenazah korban tewas dari anggota kelompok bersenjata dalam peristiwa baku tembak di Poso, Sulteng.

Data yang diperoleh Kompas.com, Sabtu (8/2/2014), seturut hasil otopsi, jenazah berinisial F memiliki ciri-ciri fisik rambut ombak, hidung mancung, kulit sawo matang, berjenggot, badan kurus dengan tinggi badan mencapai 165 cm. Korban ini mengalami luka tembak di lengan dan kaki kiri, serta luka robek pada dada kiri. Selain itu, juga teridentifikasi tato di sekujur tubuh korban, antara lain di bahu kiri terdapat tato bergambar kepala manusia dan bersayap kelelawar serta tato bertuliskan MAP di dada kanan.

Ciri-ciri fisik jenazah kedua yang sampai saat ini be lum diketahui inisialnya ialah rambut hitam lurus, badan agak gemuk, kulit hitam, berjenggot, dan tinggi badan sekitar 170 cm. Ia mengalami luka tembak di kepala.

Pada Kamis (6/2/2014), anggota Regu Brimob Polda Sulteng terlibat baku tembak dengan kelompok bersenjata dalam penggerebekan di Desa Gunung Padalembara, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulteng. Tiga orang tewas dalam kejadian itu; satu dari anggota Brimob Bhayangkara Satu (Anumerta) I Putu Bayu Satria Wirabuana, dua lainnya dari kelompok sipil bersenjata yang dipastikan berasal dari Kelompok Santoso yang masuk daftar pencarian orang (DPO) kepolisian.

Terkait rencana pengambilan sampel DNA dua korban anggota kelompok sipil bersenjata oleh Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri, Kepala Bidang Humas Polda Sulteng AKB Soemarno saat dihubungi menyatakan, rencana itu masih dikoordinasikan. Namun, informasinya tim akan datang ke Palu paling lambat Senin (10/2/2014).

Hingga Minggu (9/2/2014), garis polisi masih terpasang di halaman Instalasi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palu. Dua orang anggota polisi dari Polda Sulteng berjaga di halaman Instalasi Forensik dengan dilengkapi senjata laras panjang. Tidak tampak aktivitas masuk keluar tenaga kesehatan ataupun Tim Labfor di tempat tersebut.

Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved