Bus SD Terguling, Wali Murid Ancam Guru Pakai Batu

Kegiatan outbond SDN Ngampelsari Sidoarjo berujung maut setelah satu dari tiga bus yang membawa siswa kelas IV dan V, menabrak pohon

Bus SD Terguling, Wali Murid Ancam Guru Pakai Batu
Surya
Para orangtua siswa SDN Ngampelsari yang menjemput anak-anak mereka di Perumahan Taman Candiloka, Sabtu (5/4/2014). 

METROBANJAR.CO, SIDOARJO – Kegiatan outbond SDN Ngampelsari Sidoarjo berujung maut setelah satu dari tiga bus yang membawa siswa kelas IV dan V, menabrak pohon di wilayah Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (5/4/2014).

Salah seorang guru pendamping outbond SDN Ngampelsari yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan. “Kali ini kami adakan di Bukit Flora (Wisata Bakti Alam), Pasuruan,” katanya dengan nada suara lemah.

Guru tersebut menuturkan, para korban kecelakaan sudah ada yang dibawa ke Rumah Sakit Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. “Kami sendiri belum tahu keadaan selanjutnya. Cuma tahu sudah ada yang dibawa ke RSSA,” sambungnya.

Salah satu wali murid SDN Ngampelsari, Cindy menggerutu jika kegiatan outbond ini diwajibkan sekolah karena harus membayar Rp120 ribu untuk membiayai anaknya, Dian. “Kalau tidak ikut tetap harus bayar. Saya tidak mengerti kebijakan sekolah ini,” ujarnya menggebu-gebu.

Bahkan salah satu orangtua langsung bertindak emosional ketika mengetahui anaknya tidak ada dalam rombongan dua bus yang datang. Didampingi istrinya, wali murid ini langsung meluapkan emosinya kepada para guru pendamping. “Sekolah harus bertanggung jawab! Saya tidak mau tahu! Sekolah apa ini?!,” teriaknya.

Bahkan, wali murid ini mengancam para guru pendamping dengan batu. “Tak obong sekolah e!,” ancamnya. Sementara para wali murid yang lain menenangkan, para guru pendamping langsung pergi menuju sekolah.

Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved