Nadine Kesulitan Jadi Guru yang Harus Berbahasa Papua

Berperan sebagai guru bagi Nadine merupakan tantangan baru. Salah satu kesulitan yang dia hadapi

Nadine Kesulitan Jadi Guru yang Harus Berbahasa Papua
TRIBUN PEKANBARU/MELVINAS PRIANANDA
Nadine Chandrawinata, supporter kehormatan WWF Indonesia, berada di Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan, Riau, Kamis (14/4/2011). 

METRO BANJAR.CO.ID -- Nadine Chandrawinata (29) terlibat dalam penggarapan film Mentari di Ufuk Timur. Bulan Mei nanti, film bertema pendidikan tersebut akan diputar di bioskop. Di film yang shooting-nya dilakukan di Distrik Muting, Merauke, Papua, tersebut, Puteri Indonesia 2005 itu berperan sebagai seorang guru bernama Dewi Ambarwati.

"Ini film yang diangkat dari kisah nyata, tentang anak-anak di Distrik Muting yang tidak bisa sekolah. Tentang perjuangan guru-guru di sana agar anak-anak tetap sekolah,” tutur Nadine, Kamis (3/4/2014), di Jakarta.

Berperan sebagai guru bagi Nadine merupakan tantangan baru. Salah satu kesulitan yang dia hadapi adalah harus berbicara dengan logat Papua.

"Kesulitan itu saya atasi dengan cara bergaul dengan orang-orang setempat. Akhirnya bisa juga," tambah Nadine, yang antara lain bermain di film Sagarmatha.

Nadine tertarik dengan Mentari di Ufuk Timur karena tersentuh dengan kisah nyata yang melatarbelakangi film tersebut. Nadine juga tengah berupaya mencoba mengangkat pendidikan di Indonesia timur yang selama ini menjadi hal yang sangat sulit didapatkan. Di beberapa tempat yang dia kunjungi, khususnya saat melakukan perjalanan, Nadine mendirikan sekolah alam.

"Tujuannya untuk membantu anak-anak yang tidak mendapatkan akses pendidikan," ujarnya.

Editor: Halmien
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved