Direskrimum Gadungan Itu Mengaku Malu

Polda Jatim memang punya acara terkait pergantian pejabat. Posisi Direktur Direskrimum Kombes Pol Bambang

Direskrimum Gadungan Itu Mengaku Malu
net
ilustrasi

METRO BANJAR.CO.ID, SURABAYA -  Terdakwa yang menyaru jadi Direktur di Direktorat Reserse dan Kriminal Umum  (Direskrimum) Polda Jatim, Alimudin Yahya (40) tak bisa berkutik. Itu terlihat ketika saksi yang dihadirkan, benar-benar menyudutkannya dan terdakwa pun sempat mengaku menyesali perbuatannya.

Pada sidang di PN Surabaya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan beberapa saksi dari Polda Jatim. Seperti keterangan salah satu saksi, Supriyanto, di mana kasus ini berawal dari telepon terdakwa yang menyaru sebagai Direktur Direskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Bambang Priambada pada dia dan beberapa staf.

Ketika itu, Polda Jatim memang punya acara terkait pergantian pejabat. Posisi  Direktur Direskrimum Kombes Pol Bambang Kristiono diganti Kombes Pol Bambang Priambada.

"Terdakwa telpon saya, lalu mengatasnamakan Direktur yang baru. Dia minta nomor ponsel pejabat di Polda Jatim," paparnya dalam sidang, Selasa (8/4/2014).

Diterangkan, setelah mendapat nomer ponsel pejabat, terdakwa lalu berpura-pura minta sejumlah uang. "Terdakwa beralasan, ada keluarga yang masih berbelanja dan membutuhkan uang untuk pembayaran," urainya.

Tak hanya pejabat di Polda Jatim,  korban yang juga tertipu adalah bos Cafe Rasa Sayang, Heri Kuncoro. Dia sempat dimintai uang sebesar Rp 60 juta dan ditransfer dua kali. Adapun alasan yang diajukan pada korban, juga tak jauh berbeda.

Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim kemudian menanyai terdakwa terkait hasil yang diperoleh. Mungkin takut dengan hukuman yang tinggi, dia pun mengiba. Dia beralasan, hasil dari penipuan itu tak dinikmatinya sendiri. Hasil penipuan itu, dibagi-bagi bersama dengan empat orang lain, yang saat ini masih buron. "Saya menyesal. Saya tak menyangka kalau harus berakhir seperti ini," paparnya.

Untuk diketahui, Alimudin ditangkap Reskrim Polda Jatim karena melakukan penipuan dengan mengatasnamakan pejabat Polda. Pada kasus dengan sasarannya adalah polisi, terdakwa berkomplot dengan sejumlah orang. Beberapa di antaranya, hingga kini masih dinyatakan buron oleh polisi.

Editor: Halmien
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved