Guru Terapis Cabuli Siswinya

Perbuatan pelaku kepada sembilan korbannya dilakukan pada saat jam sekolah dan istirahat

Guru Terapis Cabuli Siswinya
Warta Kota/Soewidya Henaldi
Kos (35) guru terapis cabul yang diperbantukan di SD Negeri Semeru VI Kota Bogor saat digelandang polisi 

METRO BANJAR.COM, BOGOR -- Kos guru terapis cabul yang diperbantukan di SD Negeri Semeru VI Kota Bogor ternyata mengiming-imingi seluruh korbannya dengan uang antara Rp 5.000-10.000.

Kepada seluruh korbannya, Kosim mencabuli murid SD yang sebagian anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan cara menyuruh para korban memegang dan menghisap kemaluan pelaku.

"Sebelum melakukan aksinya, pelaku mengiming-iming korban dengan uang antara Rp 5.000-10.000," ujar Kasat Reskrim Polres Bogor Kota, AKP Condro Sasongko di Mapolres Bogor Kota, Selasa (13/5/2014).

Perbuatan pelaku kepada sembilan korbannya dilakukan pada saat jam sekolah dan istirahat. Kosim diperbantukan sejak satu tahun lalu di SD Semeru VI dengan gaji Rp 350.000 per bulan.

"Dia bertugas memberikan pengobatan alternatif dan terapis kepada seluruh siswa, khususnya penyandang tuna grahita," ujarnya.

Kos guru trapis di SD Semeru VI, Bogor Barat, Kota Bogor, ditangkap petugas Polres Bogor Kota karene diduga telah mencabuli 9 murid di sekolah tersebut.

Dari sembilan murid yang dicabuli, empat diantaranya menderita Tuna Grahita. Hasil visum rumah sakit terhadap korban, delapan diantara mengalami luka robek di slaput daranya dan satu korban luka di bagian kelaminnya.

Kapolres Bogor Kota AKBP Bahtiar Ujang Purnama kasus dugaan pencabulan terungkap saat seorang guru di SD Semeru VI memergoki aksi yang dilakukan oleh pelaku.

"Kemudian pelaku dimintai keterangan dan terungkap ternyata ada sembilan anak yang menjadi korban pencabulan," ujar Bahtiar Ujang Purnama kepada wartawan di Mapolres Bogor Kota, Selasa (13/5/2014).

Editor: Halmien
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved