Siswa SMK Ini Buang Bayi Baru Lahir ke Kandang Ayam

siswi yang nekat membuang bayinya itu selama ini dikenal masih sekolah di sebuah SMK di Kepajen Kabupaten Malang

Siswa SMK Ini Buang Bayi Baru Lahir ke Kandang Ayam
net
ilustrasi

METRO BANJAR.COM - Seorang remaja putri sebut saja Kembang (17), warga Dusun Kranjan Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang Jawa Timur, tega membuang bayinya yang baru lahir di dalam kandang ayam, pada Sabtu (5/7) kemarin. Pelaku nekat membuang bayinya usai melahirkan di kamar mandi rumahnya.

Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ni Nyoman Sulastri mengatakan, siswi yang nekat membuang bayinya itu selama ini dikenal masih sekolah di sebuah SMK di Kepajen Kabupaten Malang. Kembang nekat membuang bayinya karena diduga kuat takut hasil hubungan terlarangnya dengan sang pacar diketahui oleh keluarganya.

"Meski sempat dibuang di dalam kandang ayam, tapi untungnya kondisi jabang bayinya saat ditemukan warga dalam kandang ayam masih hidup," kata AKP Ni Nyoman, kepada merdeka.com, Senin (7/7).

AKP Ni Nyoman menerangkan, penemuan bayi tersebut berawal saat salah seorang warga Kranjan yang curiga mendengar suara tangisan bayi di sebuah tempat.

Karena dia curiga dan penasaran, maka warga langsung menyelidiki sumber suara tangisan bayi itu dan ternyata ditemukan seorang bayi di dalam sudut kandang ayam.

Setelah menemukan bayi itu, warga lalu membawanya ke RSUD Kepanjen Malang untuk dilakukan perawatan intensif. Sementara tak selang berapa lama, Kembang yang tak lain ibu kandung bayi itu berhasil ditangkap polisi. Untuk saat ini, Kembang masih dirawat di Puskesmas Sumberpucung.

"Saat ditemukan di kandang ayam, bayi itu hanya ditutupi dua buah genteng. Untuk saat ini, polisi masih belum bisa memintai keterangan RN karena kondisinya masih lemah dan sedang dirawat di puskesmas," jelas AKP Ni Nyoman.

Kasus pembuangan bayi di Sumberpucung kali ini, sedang ditangani oleh tim penyidik Unit PPA Polres Malang. Polisi masih mengembangkan penyelidikan lebih jauh.

Apabila kondisinya sudah membaik, polisi akan memeriksa pelaku sesuai peraturan dalam Pasal 77 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (mdc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved