Negara Barat Minta Akses ke Puing MH17

Negara-negara Barat terus menuntut Rusia menekan para pemberontak pro-Rusia untuk memberikan akses penuh ke lokasi

Negara Barat Minta Akses ke Puing MH17
afp
Warga berjalan di antara puing MH17 yang ditembak jatuh di wilayah Donetsk, Ukraina, dan menewaskan 298 orang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Negara-negara Barat terus menuntut Rusia menekan para pemberontak pro-Rusia untuk memberikan akses penuh ke lokasi dimana pesawat MH17 Malaysia jatuh hari Kamis (17/7/2014) lalu.

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, menjelaskan dia mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, Putin memiliki satu kesempatan terakhir untuk menunjukkan bahwa Moskow berniat membantu.

Dalam sebuah konferensi pers pada hari Sabtu (19/07), Rutte mengatakan ia memiliki percakapan telepon yang "mendalam" dengan Putin.

"Saya mengatakan kepadanya 'Waktu hampir habis bagi Anda untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Anda memiliki niat baik','' kata Rutte.

Rute menambahkan orang-orang Belanda "marah" pada gambar tayangan tubuh yang diangkut di lokasi kecelakaan, dan meminta presiden Rusia "untuk menunjukkan bahwa ia akan melakukan apa yang diharapkan dari dirinya dan akan mengerahkan pengaruhnya".

Hingga Minggu (20/07) pagi keberadaan kotak hitam perekam penerbangan pesawat itu masih misteri.

Ukraina telah menuduh militan di lokasi kecelakaan mencoba untuk menghancurkan bukti adanya "kejahatan internasional".

Wartawan BBC Richard Galpin di lokasi mengatakan ia melihat mayat yang diangkut oleh pekerja darurat, tapi tidak jelas kemana mereka dibawa, atau apakah para pekerja setia kepada pemberontak atau pemerintah Kiev.

Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved