Jenazah Korban MH17 Diangkut Kereta

Potongan tubuh dari setidaknya 196 jenazah penumpang korban jatuhnya pesawat MH17 di Ukraina dimuat ke dalam gerbong bermesin pendingin

Jenazah Korban MH17 Diangkut Kereta
net
Gerbong kereta berpendingin yang diduga mengangkut para jenazah korban MH17.

METROBANJAR.CO - Potongan tubuh dari setidaknya 196 jenazah penumpang korban jatuhnya pesawat MH17 di Ukraina dimuat ke dalam gerbong bermesin pendingin. Tujuan kereta berpendingin itu belum diketahui sejauh ini.

Seperti diketahui seluruh 298 penumpang dan awak Malaysia Airlines MH17 tewas akibat tembakan rudal Kamis 17 Juli.

Pemerintah negara-negara barat mengecam pemberontak pro-Rusia yang menguasai kawasan itu, karena membatasi akses ke lokasi jatuhnya pesawat.

Para pemberontak menyatakan akan menyerahkan 'Kotak Hitam' kepada Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, International Civil Aviation Organization.

Dari lokasi, wartawan BBC Fergal Keane menyebutkan kesimpangsiuran dan kesemerawutan selama dua hari terakhir telah tergantikan dengan kehadiran banyak bekas polisi anti huru hara yang membentuk barisan sekitar lokasi puing pesawat.

Masih belum ada tanda tentang dikerahkannya penyelidikan independen penuh sebagaimana dituntut masyarakat internasional.

Dilaporkan telah berlangsung pembicaraan antara pemerintah Ukraina dengan penberontak, tentang bagaimana kereta pengangkut jenazah itu meninggalkan kawasan pemberontak.

Dilaporkan 196 jenazah sudah berada dalam gerbong kereta di Torez. Kereta barang dengan lima gerbong tertutup diparkir di stasiun kereta api Torez, 15km dari lokasi kecelakaan.

"Gerbong yang tertutup rapat itu tampak seperti mesin pendingin dan tercium bau yang biasanya bersumber dari jenazah," lapor wartawan BBC, Richard Galpin, dari Torez.

Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama Eropa, OSCE. menyebut di twitter bahwa mereka dikabari bahwa 196 jenazah sudah berada dalam gerbong kereta di Torez.

Sebuah tim OSCE diizinkan melihat tiga gerbong dan memeriksa 'kantung mayat bertanda-pengenal' tapi tak bisa memverifikasi jumlahnya. Tak jelas ke mana kereta akan membawa jenazah-jenazah itu. (bbc)

Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved