Breaking News:

Bernardus Tak Tahan dengan Penyakitnya Bunuh Diri

ditemukan sudah tak bernyawa oleh Theodorus B Tukan, saudara sepupunya pada seutas tali di salah satu kamar kosong

Bernardus Tak Tahan dengan Penyakitnya Bunuh Diri
Surya/sudarmawan
Samuji (40) warga Desa Kranggan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun yang tak lain pegawai Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemkab Madiun tewas gantung diri di atap kamar mandi rumahnya, Selasa (15/4/2014).

METRO BANJAR.COM, MAUMERE - Tidak mampu menahan derita yang dialami, hidup jauh dari kasih sayang kedua orang tuanya yang telah lama merantau di Malaysia, Bernardus Somi Tukan (27) memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, Kamis (24/7/2014).

Soni demikian dia disapa ditemukan sudah tak bernyawa oleh Theodorus B Tukan, saudara sepupunya pada seutas tali di salah satu kamar kosong di kediaman saudara ayahnya di Lorong Kondi Boir, Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok Kota Maumere, Kamis (24/7/2014) sekitar Pukul 06.00 Wita.

"Saya cek di kamarnya, saya tidak lihat. Saya mau ke kamar mandi dan saya buka pintu rumah depan. Belum masuk kamar mandi, saya lihat dia di kamar kosong yang kami pakai sebagai gudang. Saya lalu berteriak," tutur saksi mata, saudara korban, Teodorus B Tukan kepada Pos Kupang (Tribunnews.com Network) di ruangan jenazah Rumah Sakit Umum Daerah TC Hillers Maumere.

Setelah mendapatkan laporan, anggota Polres Sikka langsung turun mengolah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selanjutnya mengantar jenazah korban ke ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) TC Hillers Maumere untuk diotopsi.

Dugaan keluarga bahwa Bernardus Somi Tukan memutuskan mengakhiri nyawanya karena stres dikuatkan oleh surat yang ditinggalkannya. Surat itu berisi permintaan maaf kepada keluarga, terutama kepada kedua orangtuanya atas keputusannya menghabisi nyawanya sendiri.

Bernardus menyampaikan bahwa ia mengambil keputusan bunuh diri karena terpaksa. Karena tidak tahan dengan derita yang dialaminya selama ini.

Berikut kutipan lengkap pesan Bernardus melalui surat yang ditinggalkannya di rumah tempat tinggalnya.

"Kepada semua keluarga, terutama bapa-mama di Tawau Malaysia. Saya Bernardus Somi Tukan ingin memohon maaf yang teramat sangat kepada semua keluarga, terutama bapa dan mama, atas semua kesalahan yang pernah saya lakukan.

Saya ingin menyatakan kepada semua keluarga bahwa selama ini saya bertahan dengan penyakit yang saya derita, sehingga hari ini saya sudah tidak dapat menahan penderitaan ini dan saya terpaksa untuk melakukan ini. Dan, untuk terakhir kali ini saya mohon doa dari semua keluarga dan tolong maafkan saya. Saya sayang bapa dan mama, serta semua keluarga. Sekian, tolong doakan dan maafkan saya. Yang benar, Bernardus Somi Tukan."

Tags
bunuh diri
Berita Populer
Editor: Halmien
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved