Breaking News:

Minimal Sekelas Konate

Namun manajemen dan tim pelatih Barito Putera harus bersabar mendapat kepastiannya karena Konate sendiri saat ini sedang fokus

tribun jabar
GELANDANG Persib Bandung, Konate Makan duel melawan gelandang Barito, Mekan Nasirov di putaran kedua ISL 2014, 10 Juni lalu. Barito memutuskan mencoret Mekan dan mengincar Konate untuk menghadapi ISL 2015. 

METRO BANJAR.COM - MENYIAPKAN skuat terbaik terus guna menapaki kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015, manajemen dan tim pelatih Barito Putera mencoba kembali membujuk mantan pemain asingnya, Makan Konate yang kini berkostum Persib Bandung untuk kembali.

Namun manajemen dan tim pelatih Barito Putera harus bersabar mendapat kepastiannya karena Konate sendiri saat ini sedang fokus bersama timnya Persib Bandung menghadapi babak delapan besar kompetisi ISL 2014.

Terlebih, keinginan Barito untuk memulangkan Konate cukup berat karena kemungkinan besar manajemen dan tim pelatih Persib akan mempertahankan gelandang asal Mali tersebut.

Apabila nantinya belum bisa mendatangkan Konate, tim pelatih pun sepertinya sudah mempunyai opsi pemain incaran lain yang kualitasnya juga sudah tidak diragukan.

"Kita perlu seorang gelandang seperti Konate, Gustavo dan juga Esteban Vizcarra. Misalkan tidak bisa kita dapatkan, ya paling tidak kualitasnya tidak jauh dengan tipe seperti mereka ini," kata pelatih kepala Barito Putera, Salahudin, Minggu (21/9) siang.

Dijelaskan Salahudin, ada beberapa alasan kenapa Barito ingin merekrut kembali Konate. Saat masih memperkuat Barito, Konate terbilang memiliki kontribusi positif dalam tim berjuluk Laskar Antasari ini.

Konate yang direkrut pada paruh musim dan beroperasi di sektor gelandang serang juga berhasil membuat permainan tim semakin bervariasi. Hal ini ditunjang pula dengan keberadaan dua pemain sayap andalan yakni Dedy Hartono dan Rizky Pora.

Mantan penggawa PSPS Pekanbaru ini, terbilang tipe gelandang yang sangat kreatif dan memiliki daya jelajah tinggi. Bahkan menjadi momok tersendiri karena menjadi andalan untuk membongkar pertahanan lawan.

Wajar karenanya saat itu Barito pun langsung melejit dalam debut perdananya di kompetisi ISL 2013 dan finish di urutan keenam.

Sedangkan pada musim 2014, permainan tim di sektor gelandang pun tidak bisa maksimal setelah ditinggal Konate.

Akibatnya, pemain di barisan depan pun menjadi kesulitan dalam membuat gol, karena lebih terpaku dengan serangan dari sektor sayap saja.

Ujung-ujungnya, tim pun harus terseok-seok untuk tetap bisa bertahan dalam kompetisi terpanas di Tanah Air ini. Pemain lokal yang ada dan diharapkan bisa menggantikan peran Konate, juga masih belum sesuai dengan yang diharapkan.

"Kendala kita musim tadi memang karena tidak ada pemain gelandang yang bertipikal seperti Konate yang dominan membantu serangan tim dan kreatif membangun serangan. Makanya musim berikutnya kita pun harus mendapatkan pemain seperti dia," terang Salahudin.

Berita Populer
Penulis: Frans
Editor: Halmien
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved