Awalnya Coba-coba, Nabil Ketagihan, Lalu Jadi Pengedar Sabu-sabu

Bergaul sebaiknya memilih teman yang baik. Awalnya hanya coba-coba, Nabil Farid Al Katiri (20), warga Pasar Kliwon

Awalnya Coba-coba, Nabil Ketagihan, Lalu Jadi Pengedar Sabu-sabu
tribunjateng.com/galih permadi
Jangan Ditiru! Pertama Mencoba Lama-lama Nabil Ketagihan Sabu. Dia pun diringkus Polresta Solo. 

METROBANJAR.COM, SOLO - Bergaul sebaiknya memilih teman yang baik. Awalnya hanya coba-coba, Nabil Farid Al Katiri (20), warga Pasar Kliwon, Solo akhirnya kecanduan mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

Nabil mengaku kali pertama mengenal sabu-sabu dari teman sekolah SMP, NR sekitar Juli lalu. Ketika itu dirinya main ke rumah NR. Saat berada di kamar, NR sedang memakai sabu-sabu.

Nabil penasaran kemudian mencoba sabu-sabu dari NR. “Saat itu saya lagi ada masalah juga.

Karena penasaran saya coba-coba,” ujarnya, beberapa waktu lalu usai gelar perkara di Mapolresta Solo.

Usai nyabu, Nabil mengaku  sejenak bisa melupakan masalah. Nabil lantas kecanduan. Tak punya pekerjaan, Nabil memilih menjadi kurir sabu-sabu, CN yang dikenalkan NR.

“Biasanya tiap beli satu paket saya dapat komisi Rp 50-100 ribu. Kalau lagi pengin nyabu saya pilih dapat pakai seperempat gram setiap mengirim,” ujar pria pengangguran tersebut.

Apes, pada pengiriman Jumat (12/9) lalu sekitar pukul 19.30, Nabil tertangkap petugas Satresnarkoba Polresta Solo di depan sebuah warnet di Jalan Dr Sutomo Kalitan, Laweyan, Solo, lantaran kedapatan membawa satu plastik kecil transparan berisi sabu terbungkus lakban hitam.

“Saya beli paket kecil dari CN Rp 700 ribu rencana mau dijual lagi. Saya dapat barang ngga turun alamat, tapi ketemuan langsung sama CN Jumat sore sekitar pukul 17.30,” ujarnya.

Kasubag Humas Polresta Solo, AKP Sis Raniwati mengatakan dijerat pasal 114 ayat 1 dan atau 112 ayat 1 Undang-Undang RI nomor 35 tentang Narkotika tentang tanpa hak atau melawan hukum membeli atau menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I dan atau memiliki, menyimpan, atau menguasai narkotika golongan I bukan tanaman. “Tersangka diancam hukuman minimal empat tahun, maksimal 12 tahun penjara denda minimal Rp 800 juta, maksimal Rp 10 miliar,” ujarnya. Saat ini, lanjut Sis, pihak Satresnarkoba sedang mengembangkan penyelidikan guna menangkap CN.

Editor: Edinayanti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved