Breaking News:

Pamit Wudhu, Seorang Pemuda Bunuh Diri Meloncat ke Sumur

Seorang pemuda bernama Fauzi (27), warga Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Jember Jawa Timur, nekat mengakhiri hidupnya

KOMPAS.com/ Ahmad Winarno
Mayat Fauzi (27), warga Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Jember Jawa Timur, saat dievakuasi dari dasar sumur, Sabtu (27/9/2014). 

METROBANJAR.COM, JEMBER  - Seorang pemuda bernama Fauzi (27), warga Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Jember Jawa Timur, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara terjun ke dalam sumur dengan kedalaman sekitar 30 meter, Kamis (25/9/2014) malam.

Fauzi langsung tewas di dalam sumur tersebut, dan mayatnya baru bisa diangkat pada Jumat (26/9/2014) sore. Dugaan sementara, Fauzi loncat ke dalam sumur tersebut karena mengalami depresi.

Peristiwa itu bermula saat korban yang sedang berada di dalam rumah, kemudian berpamitan untuk berwudhu. Sesaat kemudian, terdengar suara benda besar yang jatuh ke dalam sumur.

“Waktu itu, ibu korban tidak curiga karena dikira memang ada benda yang jatuh. Namun karena penasaran, dia (ibu korban) mendatangi sumur tersebut,” ungkap Paini, salah satu tetangga Fauzi.

Begitu melihat sumur tersebut, ibunda Fauzi langsung berteriak histeris. Sebab, di pinggir sumur ditemukan sandal dan sarung milik anaknya.

“Saat mendengar teriakan itu seluruh warga di sekitar langsung berhamburan, menuju lokasi kejadian. Bahkan, saat itu ibu korban ingin melompat ke dalam sumur, namun warga langsung menenangkannya,” imbuhnya.

Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke kepolisian setempat, dan saat itu juga petugas berkoordinasi dengan tim Badan Sar Nasional (Basarnas) untuk pengangkatan.

“Waktu itu sudah cukup malam, sekitar pukul 12 malam Basarnas datang,” jelasnya.

Namun, saat itu proses pengangkatan jasad Fauzi gagal karena selain sudah malam, dan di dalam sumur banyak tumpukan sampah. Pengangkatan jenazah dilanjutkan Jumat pagi. Mayat Fauzi baru bisa diangkat pada pukul 15.00 WIB, dan langsung dibawa ke Puskesmas Silo.

“Kami sebenanrya mau bawah jenazahnya ke RSUD Soebandi, untuk dilakukan otopsi, namun keluarga menolak, akhirnya kita bawa ke puskesmas untuk dilakukan visum,” jelas Kepala Polsek Sempolan, AKP Adi Sutjipto.

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Fauzi diduga kuat meninggal karena bunuh diri, dengan cara melompat ke sumur. Setelah divisum, mayat Fauzi langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Tags
bunuh diri
Berita Populer
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved