Siswi Ini Kenalan di FB, Pacaran, Diputusin, Lalu Niat Bunuh Diri

Dia diduga depresi, setelah kehormatannya direnggut. Sementara tak berselang lama, pelaku memutuskan jalinan kasih di antara keduanya

Siswi Ini Kenalan di FB, Pacaran, Diputusin, Lalu Niat Bunuh Diri
shutterstock
Ilustrasi 

METRO BANJAR.COM, BATAM - Berawal dari Facebook, kisah memilukan kembali terulang dan menimpa seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) di Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

MM (16), pelajar kelas II SMA swasta di Batam, menjadi korban pencabulan. Pelaku tak lain RS (23) alias Tokeci, pacar MM yang baru dikenalnya lebih kurang 3 bulan lewat akun facebook.

Bahkan dari kejadian ini, korban sempat berusaha bunuh diri, Senin (13/10/2014) malam di rumahnya, Tanjunguma, Batam.

Dia diduga depresi, setelah kehormatannya direnggut. Sementara tak berselang lama, pelaku memutuskan jalinan kasih di antara keduanya.

MM lantas memilih mengakhiri hidupnya. Dia menyayat pembuluh nadi di tangan kiri dan menenggak cairan parfum hingga keluar buih dari mulutnya.

Beruntung, nyawa pelajar bertubuh mungil ini masih tertolong.

Dy, ibunda MM mengatakan, awalnya dia tak mengetahui anak bungsunya itu, sudah menjadi korban pencabulan sang pacar. Tiba-tiba saja, Dy mendapati MM di kamarnya dalam kondisi mulut berbusa. Sedangkan pergelangan tangan kirinya berdarah.

"Saya temukan dia (MM) sudah tak sadarkan diri di dalam kamar. Mulutnya berbusa, tangan kirinya disayat pakai pisau cutter. Dia langsung kami bawa ke RSHB," ujar Dy kepada wartawan di Mapolresta Barelang, Rabu (15/10).

Malam kejadian itu pula, MM sudah bisa kembali pulang ke rumah. Setelah diusut, MM akhirnya mengaku sudah dicabuli Tokeci. Peristiwa pencabulan ini terjadi 20 September 2014 lalu di salah satu kamar hotel di kawasan Batuampar.

Saat itu, Tokeci mengajak korban bermalam minggu di luar rumah. Di tengah perjalanan, mereka kehujanan. Warga Tanjungriau itupun memilih hotel sebagai modus tempat berteduh. Hingga pencabulan itupun terjadi.

"Tokeci ini memang sudah sering datang ke rumah setiap malam minggu. Kami pikir anaknya baik. Kami juga sudah peringatkan agar dia tidak berbuat macam-macam, tapi ternyata kejadian," kata ibu korban.

Kasus pencabulan MM, semula akan diselesaikan secara kekeluargaan. Tokeci akan menikahi MM. Namun pernikahan itu hanya dijadikan tameng agar Tokeci terlepas dari tuntutan hukum. Setelah menikah, MM akan ditinggalkan.

"Kami dengan keluarga Tokeci sempat mau menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Dia (Tokeci) mau dinikahkan, tapi nanti anak kami ditinggalkan setelah menikah," ujar Dy.

Tak terima dengan persyaratan itu, orangtua MM akhirnya membuat laporan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Barelang, Rabu (15/10).

"Kami berharap dia (Tokeci) dihukum setimpal, dihukum seberat-beratnya," harapnya.

Tags
bunuh diri
Editor: Halmien
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved