Lapor Polisi Kehilangan Motor, Arifin Malah Ditahan Polisi

Maksud hati menutup aib dengan melapor ke polisi, tapi Arifin (44) justru masuk bui. Arifin ditahan anggota Reskrim Polsek

Editor: Edinayanti
Surya/fatkhul alami
ilustrasi 

METROBANJAR.COM, SURABAYA - Maksud hati menutup aib dengan melapor ke polisi, tapi Arifin (44) justru masuk bui. Arifin ditahan anggota Reskrim Polsek Tandes karena terbukti membuat laporan palsu.

Kisah naas Arifin bermula ketika ia melapor pencurian motor Mega Pro L 3794 DA ke Polsek Tandes. Ia melaporkan motor milik teman yang dipinjamnya hilang di Masjid Banjar Sugihan Tandes usai Salat, Jumat. (14/11/2014).

Kanitreskrim Polsek Tandes Iptu Kunadi mengatakan, penangkapan dilakukan ketika tersangka melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).‬

Polisi curiga dengan keterangan Arifin yang mengaku kehilangan motor milik Sumbianto warga Sememi Jaya yang merupakan rekan kerjanya.

Kecurigaan ini beralasan karena dalam pengakuannya motor diambil pencuri bersama kunci kontak yang ditaruh di saku celana kanannya.‬

"Masak kunci yang ditaruh di saku jeans bisa diambil pencuri motor. Seharusnya motor bila dicuri kan dibandrek dengan kunci T," ujar Kunadi, Sabtu (15/11/2014).‬

Laporan palsu terungkap setelah anggota Polsek Tandes mencari informasi dan mendesak Arifin bila pencurian motor itu tidak ada. Setelah didesak, Arifin akhirnya mengaku bila motor tersebut digadaikan olehnya.‬

"Ide menjual motor Sumbianto terlintas saat saya tidur dirumahnya. Saya butuh uang untuk biaya hidup sehari-hari dan untuk beli miras," kata Arifin seraya menyebut motor temannya itu dihargai Rp 2 juta di tempat gadai.
Terkait#pencurian motor

Sumber: Tribunnews
Tags
curanmor
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved