Pamit Ke Rumah Sakit, Sri dan Anaknya Tewas Terlindas Truk

Sukri menceritakan, saat pagi-pagi Sri berpamitan ingin ke salah satu rumah sakit Cengkareng, Jakarta Barat.

Pamit Ke Rumah Sakit, Sri dan Anaknya Tewas Terlindas Truk
net
ilustrasi 

METROBANJAR.CO, JAKARTA - Sambil menunduk, menggelengkan kepala dan tangan kanannya memegang dahi, Sukri (54) menangis histeris di RSCM, Jakarta Pusat, Senin (24/11/2014).

Ia masih tak percaya, anak ketiganya, Sri Handayani (29) dan cucunya Ofi Neza Safitri (8) menjadi korban kecelakaan maut di Jalan Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Sukri, warga Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, tak bisa menyembunyikan kesedihannya di depan kerabat-kerabatnya. Ia menangis tak henti-henti bersama suami Sri, Suwadi (30) yang bekerja sebagai sekuriti di Tangerang.

Sukri menceritakan, saat pagi-pagi Sri berpamitan ingin ke salah satu rumah sakit Cengkareng, Jakarta Barat. Diketahui cucunya mau berobat jalan lantaran penyakit flek paru-paru.

"Dia pamit. Dia mau nganterin anaknya ke rumah sakit. Sebulan yang lalu, Ofi memang baru selesai operasi amandel. Usai operasi, beberapa hari diperiksa, ternyata ada flek di paru-paru Ofi. Memang Ofi sedang perawatan jalan," jelasnya kepada Warta Kota.

Sukri yang bekerja sebagai sopir angkutan boat pariwisata dan snorkling ini pun menganggap Sri anak yang paling dibanggakannya. Namun kebanggaannya pupus begitu saja.

"Dia rajin dan anaknya sopan. Sri anak ketiga dari enam bersaudara. Saya nggak tega melihat dia sama anaknya sudah nggak berbentuk. Dagu Sri sudah bergeser, paha anaknya sampai kelepas dari badannya. Dia tergilas saat mau ke rumah sakit," ucapnya sambil menangis.

"Ofi memang cocok di rumah sakit di Cengkareng itu. Soalnya di Untung Jawa, fasilitasnya kurang. Makanya Sri rela ke Cengkareng demi anak pertamanya. Anak keduanya lagi di rumah yang kecil," terangnya.

Sukri mengaku mendapat kabar dari salah seorang keluarganya melalui telepon sekisar pukul 06.30 pagi.

"Saya dapat kabar yang benar-benar nggak enak. Kalau anak dan cucu saya tewas mengenaskan seperti itu," katanya.

Sukri berharap agar pihak berwajib dapat mempidanakan pelaku yang menggilas tubuh anak dan cucunya.

"Tak hanya bertanggungjawab masalah biaya otopsi dan segala macamnya. Saya mau pelakunya ditindak dan dikenakan pidana," tuturnya.

Editor: Ratino Taufik
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved