Wakil Kepala Sekolah Diduga Peras Wali Calon Siswa Pindahan

semula NA meminta Rp 30 juta untuk mutasi itu dengan alasan untuk sumbangan infrastruktur sekolah

Wakil Kepala Sekolah Diduga Peras Wali Calon Siswa Pindahan
metrobanjar.com/net
ilustrasi 

METRO BANJAR.COM, SURABAYA - Wakil kepala SMA Negeri 15 Surabaya berinisial NA tertangkap tangan dengan dugaan melakukan pemerasan Rp 3 juta terhadap seorang wali calon murid, Jumat (2/1/2015) siang. Uang tersebut diminta dalam proses pemindahan calon siswa dari sekolah lain.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, tangkap tangan itu dirancang oleh wali calon murid Mayor (Mar) TNI AL Sidik bersama seorang anggota DPRD Surabaya Baktiono, dan jajaran Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Ketika dikonfirmasi Kompas.com, Baktiono membenarkan tangkap tangan dugaan pemerasan itu. "Ini pemerasan, tidak ada dasar hukumnya mutasi sekolah dikenakan biaya, ini jelas mencoreng wajah pendidikan," ujar dia, Jumat malam.

Menurut Baktiono, semula NA meminta Rp 30 juta untuk mutasi itu dengan alasan untuk sumbangan infrastruktur sekolah. Namun, tutur dia, Sidik mengaku tak punya uang dan hanya membawa uang Rp 3 juta.

Saat itu, kata Baktiono, NA sempat meminta Sidik menambahi uang yang dimilikinya itu menjadi Rp 5 juta. Namun, Sidik hanya menyerahkan uang yang dimilikinya. Begitu uang diserahkan, Baktiono dan sejumlah penyidik dari Polrestabes Surabaya yang berpakaian preman langsung menyergap NA begitu mendapat laporan dari Sidik lewat telepon.

"NA sempat gugup saat kami datang, dan sempat menjelaskan bahwa hal itu ada aturannya, tapi polisi tetap menggiringnya ke Mapolrestabes Surabaya," imbuh Baktiono. Belum ada konfirmasi dari sekolah maupun keterangan resmi dari kepolisian terkait kasus ini.

Editor: Halmien
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved