Barcelona Harus Menang Hadapi Elche Agar Manajemen Memang Baik Saja

Buktinya, sampai sosok penting seperti Andoni Zubizarreta harus terjerembab dari posisinya sebagai direktur sepak bola Barcelona.

Barcelona Harus Menang Hadapi Elche Agar Manajemen Memang Baik Saja
zimbio.com
Trisula Barcelona Messi, Neymar dan Suarez merayakan gol yang dicetak Messi saat menghadapi Paris Saint-Germain (PSG), Kamis (11/12/2014) dini hari. Barca menang telak 3-1. 

METRO BANJAR.COM - BARCELONA sedang mengalami masa tak enak di awal tahun 2015. Bagaimana tidak, tanpa diduga mereka justru takluk di tangan Real Sociedad, pada lanjutan La Liga. Semua itu membuat seluruh manajemen El Barca menggeliat. Mereka terlihat kelimpungan, dan panik.

Buktinya, sampai sosok penting seperti Andoni Zubizarreta harus terjerembab dari posisinya sebagai direktur sepak bola Barcelona.

Situasi bisa semakin rumit, karena kekalahan dari Sociedad bisa menjadi langkah mundur, sekaligus mempersulit kubu Catalonia untuk mendapatkan trofi juara Liga BBVA.

Pasalnya, niatan untuk mendekati Real Madrid, justru tertahan. Sebaliknya, mereka didekati sang rival, sekaligus juara bertahan, Atletico Madrid. Tak pelak, menghadapi Elche pada leg 1 Babak 16 Besar Copa del Rey, di Estadio Camp Nou, Jumat (9/1/2015) dini hari, kemenangan menjadi harga mati.

Meski tak terlalu penting, namun modal kemenangan untuk melakoni leg 2 nanti, bisa menjadi pioner. Maklum, saat ini banyak pihak menilai kalau kubu Barcelona sedang mengalami krisis. Karena itulah, butuh pengungkit yang sangat bagus dan mumpuni, baik dari sisi situasi ataupun individu.

Kandidat Presiden Barcelona untuk pemilihan tahun 2010, Agusti Benedito, menyebut situasi klub kini amat serius, menyusul pemecatan terhadap direktur olahraga Andoni Zubizarreta. Kontrak mantan kiper Timnas Spanyol itu dihentikan secara tiba-tiba oleh klub, yang kemudian juga berujung pada mundurnya Carles Puyol dari kubu Blaugrana.

"Di Catalan, kami memilih presiden. Saya ingin hal yang sama segera dilakukan di Barcelona, karena sebenarnya Bartomeu hanya mendapat 20 persen suara dari total pemilih. Situasi yang dialami klub kini amat serius. Apa yang terjadi saat ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan, melihat bagaimana cara mereka mengatasi semua hal yang ada. Pemecatan Zubizarreta hanyalah satu dari sekian banyak dampak dari krisis yang tengah menimpa klub," tutur Benedito, pada Radio Marca.

Editor: Halmien
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved