Ikuti Jejak Ayah

Bersama dengan Muhammad Roby, dia dipercaya coach Pep Edy Susanto sebagai palang pintu terakhir tim.

Editor: Halmien
Ikuti Jejak Ayah
Istimewa
Eko Subekti

METRO BANJAR.COM - MENJADI kiper tim futsal Orakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2015, membuat Eko Subekti menjadi tumpuan terakhir bagi tim ketika menghadapi serangan lawan.

Bersama dengan Muhammad Roby, dia dipercaya coach Pep Edy Susanto sebagai palang pintu terakhir tim.

Pemain yang juga tengah disibukkan menyelesaikan skripsi di kampus STMIK Indonesia Banjarmasin jurusan Teknik Informatika ini mengaku, sebagai kiper dirinya memiliki peran vital di tim.

"Sebagai penjaga gawang, tentunya memiliki peran yang penting karena menjadi pertahanan terakhir dan posisi sebagai kiper pun jarang dilirik, namun saya lebih menyukai peran ini," ujar pemain yang akrab dipanggil Eko ini.

Anak pertama dari tiga bersaudara ini mengakui, salah satu penyebab dirinya memilih menjadi kiper karena mendapat pengaruh sang ayah, Sukarjani.

"Ketika masih muda, ayah seringkali menjadi penjaga gawang ketika mengikuti pertandingan tarkam (antar kampung) di tempat tinggal kami, dan sekarang menurun ke saya menjadi kiper," kataEko yang ngefans dengan penjaga gawang asal Inggris, David De Gea.

Dia menegaskan, mulai bergelut dengan dunia futsal ketika masih berstatus sebagai pelajar SMP kelas IX.

Sebab, dia menilai, olahraga ini terus ia geluti hingga ke bangku SMA dan seringkali meraih gelar juara bersama dengan tim.

"Ketika masih sekolah SMA banyak kenalan orang yang bergelut di dunia futsal, sejak saat itu dilirik oleh tim-tim yang ternama di Kalimantan Selatan," kata Eko.

Khusus di tim futsal UI (United Indonesia) Banjarmasin yang turut ia perkuat hingga saat ini, dia bergabung setelah mengikuti seleksi pemain yang menjadi anggota pecinta klub Manchester United di Banjarmasin.

Pengalaman unik pun pernah dialami Eko, yaitu saat melakoni pertandingan  di Kapuas, Kalteng, pada November 2013.

"Gara-gara bertanding di sana saya mendapat pacar orang Kapuas, dan hingga sekarang hubungannya masih berlangsung," kata Eko.

Sebagai penjaga gawang, Eko merasa masih banyak yang harus dia benahi dalam kemampuan bermain futsal.

"Masih banyak yang harus dibenahi dan dipelajari, seperti penempatan posisi dan ketenangan dalam bermain. Di tim pra PON sendiri ada pelatih kiper yang siap memberikan arahan setiap kali latihan," kata dia.

Eko mengaku, latihan giat menjadi bagian upayanya dalam meningkatkan kemampuan diri sendiri sehingga bisa turut menghantarkan tim futsal pra PON Kalsel lolos menuju PON 2016.

"Karena sudah diberi kepercayaan di tim pra PON, paling tidak bisa memberikan sesuatu buat tim Kalsel dan seluruh masyarakatnya," ucapnya.

Sumber: Metro Banjar
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved