Minta Dibebaskan, RA Siap ke Mahkamah Konstitusi

Sidang kasus mucikari RA sebentar lagi akan memasuki masa akhir. RA sudah dijatuhi hukuman selama satu tahun.

Minta Dibebaskan, RA Siap ke Mahkamah Konstitusi
Warta Kota/Nur Ichsan
Robby Abbas 

METROBANJAR.CO - Sidang kasus mucikari RA sebentar lagi akan memasuki masa akhir. RA sudah dijatuhi hukuman selama satu tahun. Sayangnya menurut Pieter Ell, pengacara RA, tuntutan itu memberatkan kliennya. Pieter mengupayakan kalau kliennya tak bersalah dan minta dibebaskan.

"Agendanya hari ini pembacaan pledoi untuk RA setebal 22 halaman. Intinya kami minta RA dibebaskan karena pasal 296 yang dituduhkan tak terbukti," ucap Pieter Ell di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (19/10).

Menurut Pieter sesuai dengan fakta di awal, RA tak menghubungkan. Ada wanita yang inisiatif mencari RA.

"Iya RA ini kan pasif, tidak menghubungkan. RA ini hanya didatangi wanita yang meminta dicarikan artis karena ada tamu. Jadi sebenarnya wanita itu mucikari utamanya karena minta dicarikan artis inisial B," kata Pieter.

Saat permintaan awal RA menolak, seiring berjalannya waktu wanita itu memaksa. Wanita tersebut lebih proaktif dan mengatur semua transaksi yang berjumlah Rp 80 juta.

"Tapi kenapa yang pasif yang kena, dan perempuan itu padahal ada di BAP. Tapi kenapa tak dihadirkan oleh JPU, padahal dia saksi kunci," tuturnya.

Menurut Pieter dirinya akan mendatangi Mahkamah Konstitusi untuk meminta kejelasan ini.

"Iya kami sudah daftarkan jumat lalu, tinggal menunggu sidangnya saja. Ini untuk mengungkap hal-hal yang belum jelas," ujarnya.(Wahyu Tri Laksono)

Editor: Edinayanti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved