Dua Begal Tuban Ditangkap Saat Bikin Pentol Bakso di Banjarbaru

Saat petugas datang, Darus dan Edi tengah asyik membikin bakso di rumahnya. Darus dan Edi pun ditangkap tanpa memberikan perlawanan sama sekali.

Editor: Edinayanti
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Darus dan Edi, tersangka pembegalan di Tuban dibekuk jajaran Polres Banjarbaru. 

METROBANJAR.CO, BANJARBARU - Pelarian dua begal sadis dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur, berakhir di Banjarbaru. Darussalam alias Darus (20) dan Edi Purnomo alias Edi (18) ditangkap Jatanras Polres Banjarbaru saat membikin bakso, Minggu (17/7/2016).

Informasi didapat, akhir Mei 2016 lalu, Darus dan Edi merampas sepeda motor milik Mochamad Ali (19), di Jalan Jambon, Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban. Selain merampas, Darus dan Edi juga melukai Ali, warga Dusun Winong, Desa Sugiharjo, Kecamatan Tuban, di bagian paha.

Usai melakukan aksinya, Darus dan Edi langsung kabur ke Banjarbaru, Kalsel. Saat berada di Banjarbaru, Darus dan Edi tidak melakukan kegiatan apa-apa. Baru 10 hari kemudian, setelah merasa aman, Darus dan Edi berkegiatan menjadi tukang bakso.

Ketika Darus dan Edi menjadi tukang bakso itulah Polres Banjarbaru mendapat informasi dua orang DPO Polres Tuban Jatim berada di Banjarbaru. Minggu (17/7/2016) sekitar siang, keberadaan Darus dan Edi terlacak Jatanras Polres Banjarbaru di sebuah rumah di Jalan Karet Murni, Kelurahan Loktabat utara, Banjarbaru Utara.

Anggota Jatanras Satreskrim Polres Banjarbaru pun langsung bergerak. Mereka mengepung tempat persembunyian Darus dan Edi di Loktabar Utara itu.

Saat itu, Darus dan Edi tengah asyik membikin bakso di rumahnya. Darus dan Edi pun ditangkap tanpa memberikan perlawanan sama sekali.

Kasatreskrim Polres Banjarbaru AKP Mars Suryo Kartiko melalui Kanit Jatanras Ipda Made Teddy Satria Perman membenarkan jika dua DPO Polres Tuban Jatim itu sudah tertangkap. “Senin (18/7/2016) siang, Darus dan Edi langsung dijemput anggota Polres Tuban,” ujarnya.

Teddy mengatakan, Darus dan Edi sudah merasa merasa aman dan nyaman berada di Banjarbaru.

“Makanya, di hari 10 berada di Banjarbaru mereka berjualan bakso di Loktabat. Saat ditangkap, keduanya lagi siap-siap jualan lagi giling daging untuk bakso,” ujarnya.

Darus dan Edi, kata Teddy, tidak punya sanak saudara di Banjarbaru. Keduanya hanya ikuti naluri kabur ke Banjarbaru.

"Dalam menjalankan aksi kejahatannya, Darus bertugas sebagai eksekutor, sedangkan Edi yang membawa motor. Motor rampasan itu dijual di Tuban senilai Rp 650 ribu. Uang itulah yang dijadikan modal kabur dan berusaha di Banjarbaru," ujarnya. (kur)

Sumber: Metro Banjar
  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved