Usai Cabuli ABG, Duda Beranak Satu Asal Tanjung Mengaku Letoi

Pencabulan yang dilakukan Atan itu terjadi Sabtu (16/7/2016) malam, sekitar pukul 21.30 Wita, di hutan belakang rumah warga di Kelurahan Jangkung.

Usai Cabuli ABG, Duda Beranak Satu Asal Tanjung Mengaku Letoi
Banjarmasinpost.co.id/dony usman
Atan, duda tersangka kasus pencabulan diamankan di Polres Balangan, Tanjung. 

METROBANJAR.CO, TANJUNG - Melati (11) –nama samaran– masih bisa bersyukur. Meski dada dan kelaminnya sempat diraba-raba Zahratannor alias Atan (23), Melati masih perawan. Pasalnya, saat mau menyalurkan nafsu syahwatnya alat kelamin Atan tidak bisa berfungsi alias letoi.

Karena gagal menodai itulah Atan pun merasa perbuatan asusila yang dilakukannya terhadap Melati itu tidak sampai ke polisi. Makanya, dengan perasaan tidak bersalah dan berdosa dia santai-santai saja di rumah.

Minggu (17/7/2016) pagi, Atan sangat kaget. Anggota Polsek Tanjung datang ke rumahnya dan langsung menangkapnya. Atan pun tak bisa berbuat apa-apa saat dibawanya ke Mapolsek Tanjung, setelah polisi menjelaskan bahwa dia dituduh melakukan pencabulan terhadap Melati.

Saat ditemui di Mapolres Tabalong, Senin (18/7/2016) pagi, Atang terlihat pasrah. Atan yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang bangunan ini mengatakan siap mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Saya siap bertanggungjawab,” ujarnya.

Pencabulan yang dilakukan Atan itu terjadi Sabtu (16/7/2016) malam, sekitar pukul 21.30 Wita, di hutan belakang rumah warga di kawasan Kelurahan Jangkung, Tanjung. Lokasi pencabulan itu masih satu kawasan dengan tempat tinggal Atan dan juga rumah korban.

“Kejadian bermula saat korban mendatangi saya yang sedang duduk sendirian di pos kamling,” ujar Atan.

Saat berbincang dengan korban, niat cabul Atan pun muncul. Kemudian dia membawa korban ke semak belukar.

“Habis dari pos, baru kami ke semak belukar, yang juga ada pohon pisang dan kelapa," ujarnya.

Di lokasi itulah, Atan melakukan aksinya. Dia menggerayangi tubuh dan kemaluan korban. “Namun saya tidak menyetubuhi korban. Saat itu alat kelamin saya tidak bisa berfungsi,” ujarnya.

Atan mengaku dia sudah berupaya keras, tetapi tetap tidak berhasil. "Dua kali saya mencobanya, tapi tetap tidak bisa. Setelah itu dia (korban) saya suruh pulang. Kejadiannya mungkin sekitar 30 menitan," ujarnya.

Sebenarnya, sebelum korban pulang, Atan sempat mengancam korban agar tidak memberitahukan kejadian tersebut kepada siapa pun. Tapi sial bagi Atan, perbuatannya itu ternyata ketahuan keluarga korban.

Keluarga kemudian melaporkan Atang ke Polsek Tanjung. Berdasarkan laporan itu, Atan diamankan di rumah, Minggu (17/7/2016) pagi.

Terpisah Kapolres Tabalong, AKBP Zuhdi Batubara melalui Kasatreskrim AKP Wisnu Hadi, membenarkan telah mengamankan Atan yang diduga melakukan pencabulan.

"Pelaku akan kami kenakan pencabulan terhadap anak di bawah umur dan juga perkosaan," katanya. (dny)

Editor: Edinayanti
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved