Breaking News:

Nahas! Pencari Kayu Tewas Dikeroyok Tawon

Saat ditemukan di badan dan wajah warga Desa Sidorejo RT09/RW03, Kecamatan Tamban Catur Kapuas itu ditemukan benjolan-benjolan atau bengkak.

Editor: Muhammad Yamani
Banjarmasin Post Group/Jumadi
DISENGAT TAWON - Badan dan wajah Satemin (52) bengkak disengat tawon. 

METROBANJAR.CO, KUALAKAPUAS - Satemin (58) meninggal secara tragis. Lelaki berkulit hitam dan bertubuh gempal ini tewas dikeroyok tawon, saat mencari kayu bakar dalam hutan di Ray 9, Desa Bandaraya, Kecamatan Tamban Catur, Kabupaten Kapuas, Kalteng.

Jenazah Satemin ditemukan warga Sabtu (30/7) sekitar pukul 18.15 WIB. Saat ditemukan di badan dan wajah warga Desa Sidorejo RT09/RW03, Kecamatan Tamban Catur Kapuas itu ditemukan benjolan-benjolan atau bengkak.

Informasi diperoleh, Sabtu (30/7) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, korban bersama rekannya Suwaji (52), pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar jenis galam dan pepohonan yang kering. Mereka sudah sering mencari kayu bakar di hutan ke Desa Bandaraya, Ray 9, Kecamatan Tamban Catur.

Sekitar pukul 11.00 WIB, korban berpisah dengan Suwaji. Menjelang tengah hari, keduanya bertemu lagi di hutan tersebut. Kemudian Suwaji mengajak korban pulang, tapi korban menolak. Korban mempersilakan Suwaji pulang duluan.

Suwaji pun pulang duluan. Namun beberapa jam kemudian, sekitar pukul 15.00 WIB, perasaan Suwaji tidak enak. Suwaji memutuskan kembali lagi ke hutan untuk menemui korban.

Tapi Suwaji tidak menemukan korban. Bahkan saat dipanggil, korban tidak menyahut. Karena tak ada jawaban, Suwaji mengira korban sudah pulang ke rumahnya.

Suwaji pulang seorang diri. Sekitar pukul 16.00 WIB, Suwaji sampai di kampungnya. Melihat Suwaji pulang, keluarga korban pun menanyakan kepada Suwaji dimana korban. Pertanyaan itu membuat Suwaji kaget.

Merasa penasaran, Suwaji bersama keluarga Satemin dan warga pergi ke hutan mencari korban.

Karena warga yang mencari banyak, korban akhirnya ditemukan. Korban ditemukan dalam keadaan terbaring dan sudah meninggal dunia. Diduga, korban tewas akibat sengatan tabuana atau tawon.

Tewasnya Satemin ini ditangani Polsek Kapuas Kuala. Malam itu juga beberapa anggota polsek menuju ke tempat kejadian.

Di tempat kejadian, polisi menemukan sarang tawon berdiameter sekitar 15 sentimeter di ranting pohon galam yang dipotong korban.

Kemudian, sekitar satu meter dari sarang tawon ditemukan parang digunakan korban untuk memotong kayu. Sedangkan korban ditemukan kurang lebih delapan meter dari sarang tawon tersebut.

Camat Tamban Catur, Suradji, yang dikonfirmasi, Minggu (31/7), mengatakan jenazah Satemin dimakamkan di desa setempat, Minggu pagi. "Korban meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak," ujarnya. (jd)

Berita Populer
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved