Breaking News:

Pembunuh Dante Divonis Seumur Hidup

Sebelum vonis dijatuhkan, Faruk lebih banyak tertunduk saat duduk di kursi terdakwa.

Banjarmasin Post Group/Apunk
Satu terdakwa pembunuh Dante saat digiring dari ruang sidang. 

METROBANJAR.CO, BANJARMASIN - Dua terdakwa pembunuh M Risky Persia alias Egi atau Dante divonis beda, di PN Banjarmain, Selasa (9/8/2016) siang. Oleh majelis hakim, Faruk divonis seumur hidup. Sedangkan Hansyah divonis 18 tahun penjara.

Sebelum vonis dijatuhkan, Faruk lebih banyak tertunduk saat duduk di kursi terdakwa.

Sementara itu tangannya lebih banyak memeluk tongkat penyangga kakinya. Penyangga kaki itu dipakai Faruk setelah kakinya didor polisi saat dilakukan penangkapan.

Bahkan ketika majelis hakim yang dipimpin Affandi SH menjatuhkan vonis seumur hidup, Faruk tidak memperlihatkan reaksi yang berlebihan. Dia hanya berdiri sambil memegang tongkat. Kemudian dia mendatangi penasihat hukumnya dari LKBH ULM.

"Saya serahkan ke penasihat hukum," ucap Faruk pendek, ketika ditanya majelis hakim apakah menerima vonis tersebut.

Vonis seumur hidup terhadap terdakwa Faruk ini sama dengan tuntutan jaksa sebelumnya, yang menuntut Faruk penjara seumur hidup.

Dalam putusannya, hakim mengatakan yang memberatkan terdakwa adalah akibat perbuatan terdakwa masyarakat jadi resah dan tidak ada hal yang meringankan.

Usai pembacaan vonis Faruk, majelis hakim yang sama membacakan vonis terhadap terdakwa Mansyah.

Mansyah divonis 18 tahun penjara. Vonis terhadap Mansyah ini lebih ringan dari tintutan jaksa, yang menuntut Mansyah 20 tahun penjara.

Yang meringankannya adalah terdakwa menyerahkan diri dan tak pernah dihukum sebelumnya.

Usai mendengarkan vonis, Mansyah, setelah berkonsultasi dengan penasihat hukumnya dari LKBH ULM, langsung mengatakan sendiri bahwa pikir-pikir atas vonis 18 tahun.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum Syaiful Anwar mengatakan pihaknya akan pikir-pikir atas putusan majelis hakim tersebut. “Kan ada waktu 7 hari," ucapnya.

Sementara itu, ibu Dante, Asna Ningsih, tak banyak berkomentar soal vonis terhadap kedua terdakwa. Ketika ditanya apakah puas dengan vonis ini, dia mengatakan, “Bagaimana kalau anak kamu mati, apakah puas?”

Sidang pembunuhan Dante ini mendapatkan perhatian dari beberapa pihak. Karenanya puluhan polisi, baik berpakaian preman atau berseragam, berjaga-jaga di PN Banjarmasin.

Bahkan pengunjung yang masuk ke ruang sidang digeledah satu per satu oleh polisi, yang dipimpin Kasat Intelkam Polresta Kompol Zainuri. (dwi)

Berita Populer
Editor: Muhammad Yamani
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved