Tubuh Khairullah Ditemukan Telah Membusuk

au menyeruak hingga keluar rumah karena ternyata Khairullah meninggal beberapa hari sebelumnya.

Editor: Muhammad Yamani
Banjarmasin Post Group/Abdul Ghanie
DIPERIKSA - Seorang ahli media memeriksa jenazah Khairullah di ruang Pemulasaraan RSUD Ratu Zalecha Martapura Kabupaten Banjar, Selasa (16/8/2016) malam. 

METROBANJAR.CO, MARTAPURA - Pupus sudah harapan Nurmiati (20) melepas kerinduan terhadap sang ayah yang tinggal di Jalan Pendidikan VI Gang Kelapa RT 5 RW 2 Kampung Baru Kelurahan Sungai Paring, Martapura.

Selasa (16/8/2016) pukul 19.30 Wita itu, dia justru mendapatkan kesedihan. Ayahnya, Khairullah (50), saat sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Tak hanya itu. Bau menyeruak hingga keluar rumah karena ternyata Khairullah meninggal beberapa hari sebelumnya.

Amer, suami Nurmiati, menceritakan hari itu dia menemani sang istri bertandang ke kediaman mertuanya.

Mereka datang bersama bayinya. Setibanya di depan rumah berbentuk bedakan itu, Amer dan Nurmiati sempat mencium bau tak sedap.

“Dikira bau bangkai tikus,” ujar Amer saat ditemu di instalasi jenazah di RSUD Ratu Zalecha Martapura.

Mereka pun masuk rumah. Pintu dalam kondisi tak terkunci. Ternyata di dalamnya mereka menemukan sang ayah dalam keadaan tak bernyawa.

Mendengar kejadian ini, para tetangga pun berdatangan. Jenazah Khairullah kemudian dibawa ke RSUD Ratu Zalecha untuk diperiksa.

Keluarganya yang terlihat syok dengan setia mendampingi jenazah Khairullah di ruang pemulasaraan.

Muhammad Risky (17), anak keempat Khairullah, mengaku tak mengira ayahnya tiada. Dia memang tidak tinggal serumah dengan ayahnya. Risky tinggal di Sekumpul Ujung Martapura.

"Sekitar sepekan lalu, saya lupa hari apa, saya bertemu dengan abah. Saat itu abah dalam kondisi sehat. Meskipun saat bertemu sebelumnya, beliau sempat mengeluhkan sakit," kata Risky.

Risky beberapa hari tidak menemui ayahnya karena mengira dia pulang ke kampung halaman di Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

"Jadi sudah hampir sepekan saya tak menemui beliau. Biasanya tiap selepas Dzuhur saya selalu bertandang ke sana untuk mengantarkan makanan, "terangnya.

Lebih lanjut, Risky mengatakan ayahnya memang memiliki penyakit kencing manis (diabetes) dan gatal.

"Beliau sudah dibawa berobat. Tapi kalau sakit, abah memang jarang mau memberitahu, " ucapnya.

Sedangkan Nasrullah, salah seorang menantu Khairullah, mengatakan keluarga memutuskan meminta jenazah tak divisum.

"Rencananya cuma dibersihkan dan dikeramasi saja di sini. Selanjutnya dibawa pulang, " tutur Nasrullah.

Kematian warga tersebut mendapat perhatian Kapolsek Martapura Kota AKP Amalia Afifi. Dia datang ke kamar pemulasaraan RSUD Ratu Zalecha, Selasa malam itu.

"Tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Keluarga juga memilih tak dilakukan visum oleh pihak rumah sakit," kata Amalia Afifi. (gha)

Sumber: Metro Banjar
  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved