Sehari, Zulkifli Bisa Jual 5 Boks Carnophen

Kendati polisi berulang kali menangkap pengedar Carnophen atau Zenith, para peredaran obat fly itu tidak menghentikan aktivitasnya.

Editor: Muhammad Yamani
Banjarmasin Post Group/foto Hari Widodo
Zulkifli Ariadi, pengedar Carnophen 

METROBANJAR.CO, MARTAPURA - Hampir setahun menjual atau mengedarkan Carnophen atau Zenith kepada para pelanggannya di Martapura, polisi akhirnya menangkap Zulkifli Ariadi (29).

Saat ditangkap, Zulkifli membawa 1.700 butir Carnophen.

Kendati polisi berulang kali menangkap pengedar Carnophen atau Zenith, para peredaran obat fly itu tidak menghentikan aktivitasnya.

Mereka nekad secara sembunyi-sembunyi menjual barang haram tersebut.

Seperti yang dilakukan, Zulkifli Ariadi. Warga Desa Gudang Tengah RT 2 Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar ini melayani permintaan Carnophen dari pengedar di Martapura Timur.

Apes bagi Zulkifli. Saat bertransaksi di Desa Pekauman, dia dibekuk polisi dari Satnarkoba Polres Banjar, Selasa (24/8/2016) pukul 20.00 Wita.

Dari tangan pria pengangguran ini polisi mengamankan sebanyak 1.700 butir Carnophen.

Dengan temuan itu, polisi juga langsung menyita barang-barang lain yang dibawa Zulkifli, yakni uang diduga hasil penjualan Carnophen Rp 630 ribu, satu unit sepeda motor, satu unit telepon genggam.

Informasi didapat, sudah hampir setahun ini Zulkifli melayani permintaan Carnophen yang dipesan para langganannya di Martapura dan sekitarnya.

Zulkifli menekuni usaha melanggar hukum itu lantaran tidak ada pekerjaan lain.

Selasa malam itu, sebelum ditangkap polisi, Zulkifli sengaja pergi ke Jalan Martapura Lama, Desa Pekauman, untuk bertemu dengan Jamhuri, seorang pelanggannya yang memesan Carnophen.

Sesuai perjanjian, Zulkifli bertemu dengan calon pembelinya itu sekitar pukul 20.00 Wita.

Penampilan Zulkifli, yang mengenakan kopiah dan baju koko, membuat siapapun tidak mengira kalau dia akan bertransaksi Carnophen. Tapi tidak bagi polisi.

Polisi yang sudah berada di Jalan Martapura Lama –menindaklanjuti laporan dari masyarakat– langsung curiga dengan lelaki berbaju koko itu.

Halaman
12
Sumber: Metro Banjar
  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved