Tubuh Fani Tergores Kawat Berduri Saat Lompati Tembok Lapas Karang Intan Martapura

Fani adalah tahanan kasus narkoba yang divonis hukuman penjara selama tujuh tahun oleh Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin.

Tubuh Fani Tergores Kawat Berduri Saat Lompati Tembok Lapas Karang Intan Martapura
Istimewa
Achmad Rivani alias Fani (32), narapidana Lapas Khusus Narkotika Karang Intan Martapura. 

Langkah pertama yang dilakukan petugas Lapas setelah diketahui Fani tidak ada di tempat adalah mencari Fani di blok F kamar No 2, tempat Fani bersama 124 tahanan napi lainnya menjalani masa tahanannya.

Di tempat itu petugas Lapas hanya menemukan sarung, yang diolah Fani menjadi tali untuk memanjat tembok lapas.

Saat dikonfirmasi, Kalapas Khusus Narkotika Karang Intan, Moh Hafil, mengakui seorang napi, Achmad Rivani alias Fani, kabur dari lapas melalui pagar tembok belakang.

Itu diketahui dari tali yang terbuat dari kain sarung ditemukan di tembok Lapas.

"Saat ini, anggota kami dibantu petugas dari kepolisian tengah melakukan pengejaran terhadap napi tersebut," ujarnya.

Hafil mengatakan pihaknya masih menyelidiki bagaimana napi tersebut bisa kabur. Sebab, sebelum dilaporkan hilang Fani berada di dalam blok tempatnya ditahan selama ini.

"Kami masih selidiki bagaimana dia bisa keluar blok dan kemudian menuju pagar tembok belakang," ujarnya.

Mengenai keberadaan CCTV, Hafil mengatakan, di lokasi Fani kabur juga terpasang CCTV.

“Tapi CCTV tersebut dalam kondisi rusak,” ujarnya.

Menurut Hafil, jumlah napi yang ditahan berjumlah 1.053 orang. Untuk menjaga napi sebanyak itu, setiap shift jaga hanya ada enam orang petugas jaga.

Halaman
123
Berita Populer
Editor: Muhammad Yamani
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved